Media Kampung – SDN 11 Bukit Aput Puhun kini bebas banjir usai selesai revitalisasi sekolah yang dilaksanakan pada awal April 2026, menandai pencapaian penting bagi pendidikan di Kabupaten Lima Puluh Kota.
Upacara peresmian yang dipimpin Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lima Puluh Kota serta Kepala Sekolah SDN 11 berlangsung pada 12 April 2026, dihadiri para guru, orang tua, dan perwakilan masyarakat setempat.
Sebelum revitalisasi, bangunan SDN 11 berlokasi di daerah rendah yang sering tergenang air saat musim hujan, menyebabkan kerusakan pada dinding, atap, serta mengganggu proses belajar mengajar.
Proses revitalisasi mencakup pembangunan kembali struktur gedung utama, pemasangan sistem drainase modern, serta penyediaan fasilitas sanitasi dan ruang kelas yang layak, semuanya mengacu pada standar keamanan bangunan pendidikan.
Anggaran sebesar Rp 2,3 miliar disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten melalui Program Revitalisasi Infrastruktur Pendidikan 2025, dengan tambahan dukungan dana CSR dari perusahaan konstruksi lokal.
Kepala SDN 11, Bapak H. Yusuf, menyatakan, ‘Kami merasa sangat terharu melihat perubahan ini; kini anak‑anak dapat belajar tanpa khawatir terendam air,’ sambil menambahkan rasa syukur kepada semua pihak yang terlibat.
Bupati Lima Puluh Kota, Dr. H. Taufik, menegaskan, ‘Revitalisasi sekolah bukan sekadar bangunan, melainkan investasi masa depan generasi kita,’ menekankan pentingnya kelanjutan program serupa di daerah lain.
Setelah perbaikan, tingkat kehadiran siswa meningkat 12 persen, sementara prestasi akademik pada semester pertama 2026 menunjukkan peningkatan rata‑rata nilai ujian nasional sebesar 4,5 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Guru-guru melaporkan lingkungan kerja yang lebih nyaman, dengan pencahayaan alami yang optimal dan ruang guru yang terintegrasi, sehingga motivasi mengajar meningkat secara signifikan.
Revitalisasi SDN 11 merupakan bagian dari total 33 satuan pendidikan yang berhasil direvitalisasi pada tahun 2025 di tiga wilayah, yakni Kota Payakumbuh, Kota Bukittinggi, dan Kabupaten Lima Puluh Kota, mencerminkan komitmen pemerintah daerah terhadap pemerataan fasilitas pendidikan.
Pemerintah daerah berencana melanjutkan program serupa pada 2027 dengan menargetkan 20 sekolah tambahan, terutama yang berada di zona rawan banjir, guna memastikan akses pendidikan yang berkelanjutan bagi seluruh anak negeri.
Saat ini, SDN 11 Bukit Aput Puhun beroperasi secara normal, dengan ruang kelas baru yang dilengkapi pendingin udara dan area bermain yang aman, menandakan keberhasilan revitalisasi sekolah dalam mengatasi masalah banjir secara permanen.
Masyarakat setempat menilai perubahan ini sebagai langkah positif yang meningkatkan nilai properti serta mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, memperkuat ikatan sosial di antara warga dan lembaga pendidikan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan