Media Kampung – Amerika Serikat dan Tiongkok mencapai kesepakatan untuk melarang pengenaan biaya transit di Selat Hormuz, jalur pelayaran internasional yang strategis bagi perdagangan minyak dunia. Pernyataan ini disampaikan oleh Departemen Luar Negeri AS setelah dialog antara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi pada akhir April 2026.

Selat Hormuz merupakan jalur penting yang menghubungkan pasar energi global, namun saat ini aksesnya terganggu karena sebagian besar jalur tersebut diblokir oleh Iran. Kondisi ini berimbas pada pasokan energi dunia dan menjadi salah satu faktor kenaikan harga bahan bakar internasional. Amerika Serikat terus berupaya membuka kembali jalur tersebut untuk mengamankan pasokan minyak dan gas.

Diskusi antara Rubio dan Wang menegaskan pentingnya menjaga kebebasan pelayaran di Selat Hormuz sebagai bagian dari stabilitas perdagangan internasional. Kedua negara menyepakati bahwa tidak ada negara atau organisasi yang berhak mengenakan biaya transit di jalur tersebut, sebuah langkah yang diharapkan dapat mengurangi ketegangan di kawasan dan menjaga kelancaran arus perdagangan.

Kesepakatan ini muncul menjelang pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung pekan ini. Topik perang antara AS dan Iran menjadi salah satu agenda utama, di mana Trump berharap Tiongkok dapat membantu membujuk Iran untuk mencapai kesepakatan yang memungkinkan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Hubungan antara Tiongkok dan Iran cukup erat, dengan Beijing menjadi pembeli minyak mentah terbesar dari Teheran dan memberikan dukungan ekonomi yang signifikan. Hal ini menjadikan peran Tiongkok sangat krusial dalam upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan di kawasan tersebut.

Kunjungan Presiden Trump ke Tiongkok pun menjadi sorotan dunia internasional, mengingat konflik di Timur Tengah yang terus berlarut-larut dan dampaknya terhadap ekonomi global. Kesepakatan pelarangan biaya transit di Selat Hormuz diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam meredam ketegangan dan menjaga stabilitas pasokan energi dunia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.