Media Kampung – Daisy Irawan, Ahli Teknologi Pangan dari Applied Science Foundation, mengingatkan masyarakat untuk lebih cermat membaca label pada makanan kaleng sebelum mengonsumsinya secara rutin. Ia menekankan pentingnya memperhatikan kandungan gula, garam, lemak, dan natrium dalam produk makanan kaleng guna menjaga kesehatan.
Ia juga menyatakan bahwa makanan kaleng berbahan alami aman dikonsumsi apabila diproses dengan standar yang berlaku. Pengalengan membantu mempertahankan kualitas bahan segar dan mengurangi kebutuhan penggunaan formalin atau bahan pengawet tambahan.
Daisy mencontohkan produk sarden kalengan yang memiliki manfaat gizi, terutama karena duri ikan menjadi lunak setelah pengolahan sehingga kandungan kalsiumnya bermanfaat bagi lansia yang jarang mengonsumsi susu.
Meski demikian, Daisy mengingatkan agar masyarakat membatasi konsumsi makanan kaleng guna menghindari asupan natrium yang berlebihan, yang berisiko meningkatkan tekanan darah tinggi terutama jika dikonsumsi bersama makanan instan lainnya.
Ia menambahkan bahwa makanan segar tetap menjadi pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang sehari-hari. Namun, makanan kaleng dapat menjadi solusi praktis asalkan dikonsumsi dengan bijak dan tidak berlebihan.
Perdebatan mengenai makanan kaleng sempat ramai di media sosial karena dikaitkan dengan kategori ultra-processed food (UPF). Sebagian masyarakat beranggapan makanan kaleng bukan real food, meskipun pengolahannya diawasi ketat oleh pemerintah. Faktanya, produk makanan kaleng tetap melewati pengawasan keamanan pangan sehingga risiko kesehatannya dapat dikendalikan dengan baik.
Para ahli menegaskan pentingnya masyarakat memperhatikan kondisi kemasan dan kandungan gizi sebelum mengonsumsi makanan kaleng agar tetap aman dan sehat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan