Media Kampung, Banyuasin — Warga di Jalan Kenanga, Kelurahan Kenten, Kecamatan Talang Kelapa, mengeluhkan layanan PDAM yang telah mati selama bertahun-tahun. Kondisi ini menyebabkan kesulitan memperoleh air bersih, terutama saat musim kemarau yang masih berlangsung.
Akibat terbatasnya pasokan air, sebagian warga terpaksa membeli air bersih atau berjalan cukup jauh untuk mengambil air dari sumur. Sejumlah sumur milik warga mengalami penyusutan debit air, bahkan ada yang mengering.
Heriadi, salah seorang warga, mengatakan persoalan akses air bersih telah berlangsung lebih dari sepuluh tahun dan belum ada penyelesaian yang memadai. “Kami berharap ada solusi yang nyata agar warga tidak terus mengalami kesulitan,” ujarnya, Minggu, 12 Juli 2026.
Berdasarkan keterangan warga, pada Juni lalu air PDAM hanya mengalir dua kali dalam sebulan, sedangkan awal Juli baru mengalir sekali. Akibatnya, sebagian besar keluarga harus mengatur penggunaan air secara ketat untuk memasak, mandi, hingga mencuci.
Heriadi menjelaskan, sekitar 80 persen warga kini membeli air bersih sebagai alternatif. Untuk memenuhi kebutuhan satu keluarga, rata-rata mereka membeli sekitar 1.000 liter air dengan biaya Rp80 ribu setiap pekan. “Kalau kondisi ini terus berlanjut, beban masyarakat akan semakin berat karena kebutuhan air merupakan kebutuhan pokok setiap hari,” katanya.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah penanganan, baik melalui perbaikan fasilitas PDAM, peningkatan pelayanan distribusi air bersih, maupun penyaluran bantuan air selama musim kemarau. Mereka juga menginginkan solusi jangka panjang agar krisis air bersih tidak terus berulang setiap tahun.























Tinggalkan Balasan