Media Kampung – Menjelang perayaan Iduladha tahun 2026, sejumlah pedagang sapi di Kota Bekasi melaporkan adanya penurunan penjualan sapi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penurunan ini mencapai sekitar 10 persen, yang menjadi perhatian bagi para pelaku usaha hewan kurban di wilayah tersebut.
Salah satu pedagang sapi di Bekasi, Agus, mengungkapkan bahwa pada Iduladha tahun lalu, ia mampu menjual lebih dari 200 ekor sapi. Namun, tahun ini jumlah sapi yang terjual hanya sekitar 190 ekor. Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya pembelian dari pelanggan lama yang biasanya membeli dalam jumlah besar. Agus menyampaikan, “Pelanggan lama biasanya beli sepuluh ekor, tapi tahun ini hanya sekitar tujuh ekor saja.”
Meskipun mengalami penurunan dari pelanggan tetap, Agus mengatakan ada pembeli baru yang datang sehingga sedikit membantu menahan penurunan penjualan. Hal ini menunjukkan adanya dinamika pasar yang berubah menjelang Iduladha kali ini.
Dalam hal jenis sapi yang diminati, sapi Bali masih menjadi favorit pembeli. Namun, stok sapi Bali di pasar saat ini sangat terbatas dan semakin langka. Kondisi ini membuat banyak pembeli harus beralih ke jenis sapi lain seperti limosin dan Peranakan Ongole (PO). Agus menjelaskan, “Sapi Bali sekarang langka di pasaran meskipun permintaannya tinggi, sehingga pembeli memilih sapi lain seperti limosin dan sapi PO.”
Dari sisi harga, Agus menyatakan bahwa sapi dijual dengan harga bervariasi tergantung bobot dan jenisnya. Kisaran harga sapi Bali berada di angka sekitar Rp21 juta, sementara sapi jenis lain bisa mencapai Rp27 juta. Harga ini berlaku menjelang Iduladha 2026 dan mencerminkan kondisi pasar saat ini di Bekasi.
Penurunan penjualan sapi ini menjadi cerminan tantangan yang dihadapi para pedagang di tengah perubahan pola konsumen dan keterbatasan stok sapi jenis tertentu. Meski demikian, kehadiran pembeli baru memberikan harapan agar penjualan tetap berjalan meskipun tidak sebanyak tahun sebelumnya.
Peristiwa ini penting untuk dicermati sebagai bagian dari dinamika bisnis hewan kurban di Kota Bekasi menjelang Iduladha. Informasi dari pedagang seperti Agus memberikan gambaran nyata atas kondisi pasar yang sedang berlangsung dan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pelaku usaha maupun konsumen dalam menyambut perayaan tersebut.
Dengan adanya kondisi stok yang terbatas dan penurunan pembelian dari pelanggan lama, para pedagang sapi di Bekasi harus menyesuaikan strategi pemasaran mereka untuk menghadapi tantangan tahun ini. Hal ini juga berdampak pada harga dan ketersediaan jenis sapi yang menjadi pilihan masyarakat dalam melaksanakan ibadah kurban.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan