Media Kampung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa bonus sebesar Rp1 miliar yang diberikan kepada Persib Bandung berasal dari uang pribadi, tepatnya dari hasil penjualan sapi peliharaannya. Pernyataan ini disampaikan untuk menjawab polemik yang muncul di masyarakat terkait sumber dana bonus tersebut.
Bonus diserahkan langsung oleh Dedi Mulyadi kepada perwakilan pemain Persib, Ahmad Jufrianto, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat pada Rabu, 3 Juni 2026. Acara tersebut turut dihadiri Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat Glenn Timothy Sugita, Manajer Persib Umuh Muchtar, serta bek Persib Kakang Rudianto.
Dedi menegaskan bahwa uang tersebut bukan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat. “Ini dari uang pribadi, dari penjualan sapi saya. Kalau tahun depan menang lagi akan ditambah Rp2 miliar,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Senin, 8 Juni 2026.
Pemberian bonus ini merupakan apresiasi atas keberhasilan Persib Bandung menjuarai Super League 2025/2026 sekaligus meraih hattrick juara tiga musim beruntun. Glenn Timothy Sugita menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari gubernur dan berharap bonus ini menjadi penyemangat bagi para pemain dalam menyambut musim baru 2026/2027.
Untuk membuktikan transparansi, Dedi menyatakan siap membuka data penjualan sapi yang menjadi sumber dana bonus tersebut. Ia mengklaim seluruh transaksi memiliki bukti pembayaran, dokumen pengiriman, dan dokumentasi yang lengkap. “Ada yang beli satu, ada yang beli dua, ada yang beli tiga, bahkan ada yang beli empat ekor. Kalau saya sebutkan semuanya akan sangat panjang karena pembelinya banyak,” jelasnya.
Polemik mengenai sumber bonus ini sempat ramai diperbincangkan publik. Namun, dengan penjelasan tersebut, Dedi berharap keraguan masyarakat dapat terjawab. Ia juga berjanji akan memberikan bonus lebih besar jika Persib kembali meraih gelar juara pada musim depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan