Media Kampung – Ketua Umum Netra Bakti Indonesia, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, menyatakan dukungannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah Presiden Prabowo Subianto untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Gus Lilur menyebut MBG sebagai program mulia yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak miskin agar mendapatkan makanan sehat dan layak. Ia menilai program ini berpotensi menjadi strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia.
Meski demikian, Gus Lilur mengingatkan bahwa pelaksanaan MBG harus tetap dijaga agar transparan dan tepat sasaran. Ia menyoroti adanya dugaan pemotongan anggaran makanan, lemahnya pengawasan dapur, serta kasus keracunan yang terjadi di beberapa daerah.
Gus Lilur mengusulkan agar pengelolaan dapur MBG lebih diperkuat dengan model berbasis sekolah dan melibatkan Badan Gizi Nasional (BGN). Sistem ini dianggap dapat memperpendek rantai distribusi dan memudahkan pengawasan kualitas makanan.
Ia juga menyarankan keterlibatan komite sekolah, guru, orang tua, puskesmas, dan ahli gizi dalam pengawasan agar makanan yang disajikan benar-benar layak konsumsi dan segar saat diterima oleh anak-anak.
Gus Lilur berharap Program MBG tetap dijalankan sebagai program sosial yang fokus pada kepentingan rakyat, bukan sekadar proyek bisnis. Ia menegaskan bahwa anggaran untuk makanan anak tidak boleh dipotong agar hak anak-anak terpenuhi secara utuh.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) telah melakukan perubahan distribusi MBG dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan untuk efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas layanan gizi. Kebijakan ini diharapkan membuat distribusi lebih efektif dan tepat sasaran sesuai waktu siswa berada di sekolah.
Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, memastikan bahwa penyesuaian ini tidak mengurangi nilai bantuan maupun kualitas pemenuhan gizi peserta didik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan