Media Kampung – 15 April 2026 | Makan bergizi gratis (MBG) menjadi salah satu program unggulan pemerintah yang terus diperluas, melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha, serta mendapat sambutan positif dari masyarakat luas.
Pemerintah Kota Medan memanfaatkan MBG untuk memperkuat ekonomi lokal dengan melibatkan ribuan pelaku usaha dalam penyediaan makanan bergizi di sekolah dan komunitas, sehingga meningkatkan pendapatan UMKM setempat.
Di tingkat nasional, program MBG terus disempurnakan, sebagaimana disampaikan oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan Muhamad Mardiono, yang menegaskan adanya perbaikan regulasi untuk menjamin akuntabilitas dan penargetan yang tepat.
Mardiono menekankan, “Jika ada oknum yang menyimpang, yang harus ditindak tegas bukan programnya yang dihentikan,” menegaskan komitmen pemerintah untuk melanjutkan MBG meski ada penyalahgunaan.
Survei Median yang dilaksanakan 30 Maret–7 April 2026 menunjukkan 51,5% responden menilai MBG bermanfaat, sementara 31,5% menilai tidak bermanfaat dan 17,0% tidak berpendapat; survei ini melibatkan 1.300 responden aktif media sosial usia 17–60 tahun.
Responden menyebutkan tiga alasan utama manfaat MBG: 20% menilai program memenuhi gizi anak, 11,7% mengakui tercipta lapangan kerja, dan 9,7% melihat penghematan pengeluaran keluarga.
Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) memperkirakan total transaksi Inabuyer B2B2G Expo 2026 akan melonjak menjadi Rp 2,2 triliun berkat dukungan program prioritas pemerintah termasuk MBG.
Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduanjsah menambahkan, kehadiran Badan Gizi Nasional dalam expo akan memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku ritel, memastikan pasokan barang kebutuhan MBG terpenuhi tepat waktu.
Mahkamah Konstitusi menanyakan rencana pembentukan Undang-Undang Pemenuhan Gizi Nasional yang akan mengatur MBG, sementara DPR menanggapi bahwa rancangan tersebut diperkirakan masuk ke tahap prolegnas pada 2028–2029.
Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini mendukung penuh pembentukan UU tersebut, mengutip contoh keberlangsungan program serupa di Jepang, Korea Selatan, Brasil, dan India sebagai bukti pentingnya kepastian hukum bagi MBG.
Dengan perbaikan regulasi, dukungan legislatif, dan partisipasi aktif sektor usaha, program makan bergizi gratis diproyeksikan terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi kesehatan serta perekonomian masyarakat pada tahun 2026 dan seterusnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan