Media Kampung – Polemik terkait bantuan sapi kurban sebanyak 1.098 ekor yang disalurkan oleh Presiden Prabowo Subianto mendapatkan klarifikasi dari juru bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong. Ia menegaskan bahwa pengadaan sapi kurban tersebut menggunakan anggaran resmi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui skema Bantuan Kemasyarakatan Presiden (Banmaspres).
Bahtra Banong, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR RI, menjelaskan bantuan sapi kurban ini bukan berasal dari dana pribadi Presiden. Menurutnya, program ini merupakan bagian dari bantuan kemasyarakatan yang dianggarkan secara legal untuk mendukung masyarakat di banyak wilayah pada momentum Iduladha 1447 Hijriah.
“Ini bukan uang pribadi Presiden yang diklaim sebagai bantuan pribadi. Program ini merupakan bantuan kemasyarakatan negara yang dianggarkan secara resmi melalui APBN untuk membantu masyarakat di berbagai daerah. Tidak ada aturan yang dilanggar di sini,” ujar Bahtra dalam keterangan resmi yang diterima RRI.CO.ID, Rabu, 27 Mei 2026.
Lebih jauh, Bahtra menguraikan bahwa penggunaan Banmaspres sebagai sumber dana bantuan sapi kurban memiliki dasar hukum yang kuat. Dana tersebut diatur dalam Undang-Undang APBN tahun 2026 dan pengelolaannya mengikuti ketentuan UU Keuangan Negara serta UU Perbendaharaan Negara, yang dilaksanakan melalui Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).
“Sejak dulu bantuan kemasyarakatan Presiden juga mencakup berbagai bantuan sosial. Jadi, jangan dibangun opini seolah program seperti ini baru ada sekarang,” tambah Bahtra menegaskan.
Kontroversi yang muncul selama ini terkait penggunaan dana negara untuk pengadaan sapi kurban tersebut sempat menimbulkan pertanyaan di kalangan publik. Namun, penegasan dari juru bicara Gerindra ini memberikan gambaran jelas bahwa program bantuan sapi kurban adalah bagian dari intervensi pemerintah yang diatur secara resmi dan legal.
Dengan demikian, bantuan sapi kurban dari Presiden Prabowo dianggap sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat di berbagai daerah yang merayakan Iduladha, sekaligus menunjukkan keberlanjutan program bantuan sosial yang telah berjalan lama di Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan