Media Kampung, Pelatih tim nasional Mesir, Hossam Hassan, meluapkan kekecewaan setelah timnya tersingkir secara dramatis dari Piala Dunia 2026. Mesir kalah 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar setelah sempat unggul dua gol lebih dulu. Hassan menilai ada sejumlah keputusan wasit yang merugikan timnya dan juga mengkritik jadwal pertandingan yang digelar pada siang hari.
“Siapa pun yang menjadwalkan pertandingan-pertandingan ini adalah seseorang yang belum pernah bermain sepak bola. Anda tidak pernah menjadwalkan pertandingan sepak bola pada pukul 12 siang,” kata Hassan dalam wawancara televisi. Menurutnya, kondisi cuaca dan suhu tinggi pada siang hari sangat memengaruhi kualitas permainan dan kondisi fisik pemain.
Hassan juga mempertanyakan kepemimpinan wasit. Ia mengisyaratkan bahwa Argentina mendapat keuntungan karena memiliki Lionel Messi. Sebelum pertandingan, Hassan sengaja tidak menyebut nama Messi kepada para pemainnya untuk menghindari rasa takut. “Saya hanya menyebut nomor 10, karena kata ‘Messi’ bisa menimbulkan rasa takut,” jelasnya.
Mesir sebenarnya tampil impresif di turnamen ini. Mereka berhasil menahan imbang Belgia dan Iran di fase grup, kemudian mengalahkan Selandia Baru untuk lolos ke fase gugur. Di babak 32 besar, Mesir menyingkirkan Australia melalui adu penalti. Ini adalah pertama kalinya Mesir mencapai babak 16 besar dalam sejarah Piala Dunia.
Namun, perjalanan mereka terhenti oleh Argentina. Hassan mengaku yakin timnya bisa melaju lebih jauh. “Saya mengharapkan skenario di mana kami bisa melaju hingga babak-babak akhir,” ujarnya. Ia juga menegaskan filosofinya yang selalu mengutamakan kemenangan, bukan sekadar bertahan.
Usai pertandingan, Hassan melayangkan protes kepada FIFA. Ia bahkan mengisyaratkan adanya keberpihakan terhadap Argentina. “Mungkin mereka ingin juara bertahan tetap bertahan di turnamen. Mungkin mereka ingin Messi terus bermain,” katanya.
Terlepas dari kontroversi, Mesir mendapat sambutan heroik saat kembali ke tanah air. Ribuan penggemar menyambut tim di Bandara Internasional El Alamein. Dalam acara penyambutan, Hassan mengangkat bendera Palestina yang disambut sorak sorai. Presiden Abdel Fattah El-Sisi dijadwalkan menyambut langsung tim nasional atas pencapaian bersejarah mereka.






















Tinggalkan Balasan