Media Kampung – Pemerintah Kota Tangerang mengerahkan 246 petugas untuk mengawasi proses pemotongan hewan kurban pada perayaan Iduladha 1447 Hijriyah. Langkah ini diambil guna memastikan pelaksanaan kurban berlangsung dengan aman, sehat, dan memenuhi standar kebersihan yang telah ditetapkan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang, Muhdorun, menjelaskan bahwa 45 petugas yang terdiri dari teknisi kesehatan hewan dan dokter veteriner langsung turun ke lapangan. Mereka didukung oleh Kesatuan Dokter Hewan Banten serta 11 mahasiswa dari perguruan tinggi kedokteran hewan yang turut berperan dalam monitoring dan pendampingan kegiatan kurban.

Selain petugas teknis, di tingkat kelurahan juga telah dibentuk 208 Satuan Tugas Kurban yang berfokus pada pengawasan dan pendampingan pelaksanaan kurban selama tiga hari. Sebelum bertugas, para Satgas ini mendapatkan sosialisasi terkait tata cara pemotongan dan penanganan hewan kurban secara higienis bersama Institut Pertanian Bogor.

Petugas kesehatan hewan melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem untuk memastikan kondisi hewan sebelum dan sesudah penyembelihan. Pemeriksaan ini meliputi evaluasi kualitas daging dan organ hati untuk menjamin keamanan konsumsi masyarakat. Jika ditemukan organ atau daging yang terindikasi mengandung parasit atau tidak layak, petugas akan segera menariknya agar tidak didistribusikan.

Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan, Wina Listiana, menambahkan bahwa pengawasan juga diperketat terhadap distribusi hewan ternak dari luar wilayah Tangerang. Hal ini dilakukan untuk menjamin seluruh hewan kurban dalam keadaan sehat dan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Pengawasan dimulai dari pemeriksaan lalu lintas ternak, pemantauan kesehatan di lapak penjualan, hingga vaksinasi serta pengobatan berkala. Tim kesehatan hewan juga ditempatkan di sejumlah titik penjualan untuk memastikan kelayakan fisik hewan sebelum dijual kepada masyarakat.

Sepanjang tahun 2026, Pemkot Tangerang telah melakukan vaksinasi terhadap 919 ekor hewan ternak yang terdiri dari 804 sapi, 41 kambing, dan 74 domba. Upaya ini menjadi bagian dari strategi pencegahan penyakit serta menjaga kualitas hewan kurban yang beredar di wilayah tersebut.

Dengan pengawasan ketat dan keterlibatan berbagai pihak, Pemkot Tangerang berkomitmen menjaga pelaksanaan kurban tetap aman dan higienis bagi seluruh warga. Kesiapan petugas dan sistem monitoring yang terstruktur diharapkan mampu mencegah potensi risiko kesehatan selama perayaan Iduladha.

Langkah ini sekaligus menunjukkan perhatian serius pemerintah daerah terhadap aspek kesehatan masyarakat dan keamanan pangan dalam tradisi keagamaan yang berlangsung setiap tahun di Kota Tangerang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.