Media Kampung – Pemerintah telah menyiapkan layanan kesehatan khusus untuk jemaah lansia yang mengikuti safari wukuf pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Sebanyak 450 jemaah lansia dijadwalkan berangkat menuju Arafah pada pagi hari untuk melaksanakan wukuf, dengan fasilitas kesehatan yang lengkap guna memastikan keselamatan dan kenyamanan mereka selama prosesi berlangsung.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Kesehatan Haji, Dhani Pramudya, menjelaskan bahwa jemaah lansia akan diberangkatkan sekitar pukul 07.00 menuju Arafah dan berhenti sejenak untuk menjalankan ibadah wukuf selama satu hingga dua jam. Setelah prosesi tersebut selesai, para jemaah lansia langsung dipindahkan ke hotel transit untuk beristirahat dan menjalani pemantauan kesehatan lebih lanjut.

Untuk mendukung kelancaran pelayanan kesehatan, pemerintah menyiagakan pos kesehatan di beberapa titik strategis seperti Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Di kawasan Arafah, setiap tenda dan maktab telah dilengkapi dengan petugas kesehatan dan klinik kecil. Selain itu, terdapat pos kesehatan utama dengan kapasitas pelayanan medis yang lebih besar untuk mengantisipasi kebutuhan medis yang lebih kompleks.

Petugas kesehatan juga dikerahkan sepanjang jalur perpindahan jemaah dari Muzdalifah menuju Mina, terutama bagi mereka yang berjalan kaki dalam proses perpindahan. Mereka bertugas untuk mengawasi kondisi kesehatan jemaah agar tetap aman dan nyaman selama perjalanan berlangsung.

Dhani Pramudya menyatakan, total terdapat 1.230 petugas kesehatan yang ditempatkan secara strategis di berbagai titik pelayanan jemaah haji Indonesia. Penempatan petugas ini bertujuan untuk mendukung kelancaran ibadah sekaligus menjamin keselamatan seluruh jemaah, terutama kelompok lansia yang membutuhkan perhatian khusus.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, menambahkan bahwa program layanan kesehatan ini juga didukung oleh 150 petugas pendamping yang mengawal 267 jemaah lansia dalam safari wukuf. Pemerintah menyiapkan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) sebagai pusat pelayanan medis utama di Arab Saudi selama puncak ibadah haji berlangsung.

Setelah menyelesaikan ibadah wukuf, para jemaah lansia akan langsung diantar kembali ke hotel transit di Mekah untuk mendapatkan pemantauan medis yang intensif sebelum bergabung kembali dengan kloter asal masing-masing pada 13 Zulhijah. Hal ini dilakukan agar kondisi kesehatan mereka tetap terjaga dan ibadah haji berjalan lancar tanpa kendala kesehatan.

Dengan persiapan menyeluruh ini, pemerintah berupaya memberikan layanan kesehatan terbaik bagi jemaah lansia demi memastikan keselamatan dan kenyamanan mereka selama menjalankan salah satu rangkaian ibadah haji yang paling penting. Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen Pusat Kesehatan Haji dalam mendukung pelaksanaan ibadah haji yang aman dan terorganisir.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.