Media Kampung – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyediakan layanan safari wukuf khusus bagi jemaah haji lansia dan penyandang disabilitas dengan risiko tinggi agar mereka dapat menjalankan ibadah wukuf di Arafah dengan lebih nyaman dan aman. Program ini dirancang untuk membantu sekitar 300 hingga 400 jemaah yang mengalami keterbatasan fisik selama puncak ibadah haji berlangsung di Makkah.
Kepala Bidang Layanan Jemaah Haji Lansia dan Disabilitas, Suviyanto Sukirman, menjelaskan bahwa layanan safari wukuf dimulai dengan penjemputan jemaah dari hotel pemondokan menuju hotel transit. Dari sana, mereka langsung diberangkatkan ke Arafah untuk melaksanakan wukuf. Proses ini dirancang agar jemaah lansia dengan kondisi khusus dapat menjalankan ibadah tanpa harus melalui kerumunan dan perjalanan yang melelahkan.
Selama berada di hotel transit, jemaah mendapatkan fasilitas istirahat dan pendampingan ibadah agar kondisi mereka tetap terjaga sebelum keberangkatan ke Arafah pada tanggal 9 Zulhijah, yang bertepatan dengan Selasa, 26 Mei 2026. Layanan ini tidak diberikan kepada semua lansia, melainkan diprioritaskan untuk mereka yang masuk kategori risiko tinggi, tidak didampingi keluarga, atau membutuhkan bantuan tambahan dalam pelaksanaan ibadah.
PPIH juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari penyediaan konsumsi tiga kali sehari, tenaga kesehatan, layanan psikososial, bimbingan ibadah, hingga armada transportasi khusus. Sebanyak 18 bus disiapkan untuk mengangkut jemaah dari hotel transit menuju lokasi wukuf di Arafah guna memastikan kelancaran dan kenyamanan perjalanan.
Suviyanto menambahkan, tantangan terbesar dalam memberikan layanan safari wukuf ini adalah menangani jemaah lansia dengan kondisi khusus, terutama mereka yang mengalami demensia. Jika ditemukan jemaah yang membutuhkan penanganan medis serius selama proses ibadah, PPIH berkomitmen untuk merujuk mereka ke fasilitas kesehatan terdekat, dan apabila tidak memungkinkan, jemaah akan dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Inisiatif safari wukuf ini merupakan bagian dari upaya Kemenhaj dan PPIH dalam memberikan perhatian lebih kepada jemaah haji lansia dan disabilitas, sehingga mereka tetap dapat menjalankan ibadah dengan aman dan tertib. Pendampingan khusus juga diharapkan dapat mengurangi risiko kesehatan dan ketidaknyamanan selama masa wukuf yang menjadi puncak pelaksanaan ibadah haji.
Dengan langkah ini, Kemenhaj menunjukkan komitmen serius dalam mendukung keberlangsungan ibadah haji bagi kelompok rentan, sekaligus memastikan pelaksanaan haji tahun ini berjalan lancar dengan memperhatikan kebutuhan khusus jemaah lansia dan disabilitas risiko tinggi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan