Media KampungNU Care-LAZISNU bekerja sama dengan Tokio Marine Life mengadakan program pendampingan bagi pelaku UMKM untuk memperoleh sertifikasi halal di Jakarta pada Senin, 25 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 40 pelaku usaha kecil menengah dari wilayah Jabodetabek dan Bandung yang didampingi oleh penyelia halal profesional dari Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia.

Dalam program tersebut, peserta tidak hanya dibantu dalam proses sertifikasi halal, namun juga menerima perlindungan asuransi selama tiga bulan setelah pelatihan. Pendampingan yang diberikan oleh para penyelia halal berlangsung secara intensif hingga seluruh tahap sertifikasi selesai dan juga mencakup penguatan legalitas usaha agar UMKM memiliki pengakuan resmi dari pemerintah.

Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU, Riri Khariroh, menjelaskan bahwa langkah ini penting agar produk makanan dan minuman UMKM dapat lebih dipercaya konsumen dan dipasarkan secara lebih luas. Ia berharap semua peserta dapat memperoleh sertifikat halal sekaligus legalitas usaha melalui Nomor Induk Berusaha sehingga usaha mereka semakin berkembang.

Alexander Mahendrawan, Senior Vice President Tokio Marine Life Insurance Indonesia, menilai bahwa UMKM memiliki potensi besar dalam memperkuat ekonomi masyarakat. Menurutnya, sertifikasi halal memberikan nilai tambah pada usaha dengan meningkatkan kredibilitas dan memperbesar peluang produk diterima di pasar yang lebih luas.

Kepala Cabang NU Care-LAZISNU Kota Bandung, Syahroni Makhran Aziz, menambahkan bahwa sertifikasi halal sangat dibutuhkan khususnya untuk sektor kuliner di daerah wisata seperti Bandung. Dengan meningkatnya kebutuhan jaminan kualitas dan kehalalan produk, sertifikasi ini menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan usaha di wilayah tersebut.

Program pendampingan ini merupakan upaya nyata untuk memberdayakan pelaku UMKM agar dapat naik kelas, meningkatkan daya saing, serta memperkuat posisi mereka di pasar nasional. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan mampu mempercepat proses legalisasi dan sertifikasi produk, sehingga UMKM dapat bertahan dan berkembang di tengah dinamika pasar yang semakin ketat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.