Media Kampung, Pengalaman beribadah di dua masjid yang berada di lingkungan masyarakat dengan karakter sosial-ekonomi berbeda menghadirkan suasana yang kontras. Di satu masjid, anak-anak tampak tenang dan tertib selama salat. Di masjid lain, anak-anak lebih sering berlarian, bercanda, bahkan menjadikan area masjid sebagai tempat bermain.

Faktor yang Mempengaruhi Perbedaan Suasana

Perbedaan tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh kondisi ekonomi. Beberapa faktor yang mungkin berperan antara lain:

  • Ketersediaan ruang bermain: Di lingkungan yang lebih mapan, anak-anak memiliki halaman rumah, taman bermain, atau fasilitas rekreasi yang memadai. Mereka lebih mudah memahami bahwa masjid adalah tempat ibadah, bukan tempat bermain. Sebaliknya, di lingkungan padat, masjid sering menjadi satu-satunya ruang publik yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk berkumpul.
  • Pola asuh orang tua: Keterlibatan orang tua dalam mengajarkan adab memasuki masjid, mengingatkan dengan sabar, dan mendampingi anak selama beribadah sangat menentukan. Anak belajar terutama dari contoh.
  • Budaya lingkungan masjid: Anak-anak cenderung meniru teman sebayanya. Jika mayoritas anak menjaga ketenangan, anak baru akan mengikuti. Sebaliknya, jika bermain di dalam masjid sudah menjadi kebiasaan, perilaku itu dapat terus berulang.
  • Akses pendidikan dan pembinaan: Keluarga dengan sumber daya lebih besar memiliki lebih banyak pilihan pendidikan formal dan nonformal, termasuk pembiasaan disiplin dan etika di ruang publik.

Namun, bukan berarti semua keluarga ekonomi mapan berhasil menanamkan nilai tersebut, atau keluarga sederhana tidak mampu melakukannya. Banyak keluarga sederhana justru berhasil mendidik anak-anaknya menjadi santun dan beradab.

Tantangan Bersama

Perbedaan suasana masjid bukan untuk membandingkan satu kelompok dengan kelompok lain. Tantangan yang lebih penting adalah bagaimana setiap masjid dapat menjadi rumah yang nyaman bagi anak-anak sekaligus tetap menjaga kekhusyukan ibadah. Orang tua, pengurus masjid, tokoh masyarakat, dan jemaah memiliki tanggung jawab bersama untuk mengenalkan bahwa masjid adalah tempat penuh kasih sayang namun memiliki adab yang perlu dihormati. Semoga setiap anak tumbuh dengan kecintaan kepada masjid karena memahami bahwa rumah Allah adalah tempat untuk mendekatkan diri kepada-Nya dengan sikap penuh hormat.