Media Kampung – Ustaz Muhammad Faizar, pendakwah muda asal Purwokerto, Jawa Tengah, mendatangi dan melakukan rukiah di sebuah rumah di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rumah tersebut mengalami 126 kali kebakaran secara misterius. Dalam proses rukiah, ditemukan sebuah keris yang diduga terkait dengan praktik kesyirikan.

Kronologi Kebakaran Misterius

Rumah milik keluarga Mutviana di Sleman telah terbakar sebanyak 126 kali tanpa penyebab yang jelas. Sejumlah penelitian dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, dan tim Gegana tidak menemukan adanya gas alam atau pemantik api yang logis. Hingga kini, penyebab kebakaran masih belum diketahui.

Peran Ustaz Faizar dan Proses Rukiah

Ustaz Faizar, yang memiliki lebih dari 3 juta subscriber di YouTube, dikenal sebagai ahli rukiah syariah dan pengobatan Islami (Thibbun Nabawi). Ia datang atas undangan keluarga untuk membantu secara spiritual. Dalam proses rukiah, ia membacakan ayat-ayat Al-Quran dan doa-doa sesuai ajaran Islam.

Faizar mengaku tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kebakaran. “Sebenarnya kalau saya memandang kasus-kasus kayak gitu selalu saya cari sebab-sebab logis dulu, ya. Terutama yang kemarin kita ke sana itu kan karena sudah ada penelitian dari UGM dan UPN sekaligus Gegana. Terus yang terakhir itu tidak ditemukan gas alam,” ujarnya melalui sambungan telepon, Senin (22/6).

Indikasi Gangguan Metafisik

Saat rukiah di lantai dua, Mutviana tiba-tiba merasa pusing dan kesurupan. Gerakannya menyerupai ular. Menurut Faizar, dari sudut pandang psikologi, gerakan ular bisa menjadi manifestasi alam bawah sadar yang menandakan endapan emosi negatif atau disregulasi emosi. Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya gangguan jin.

“Kita memang nggak sempat mengobservasi lebih lanjut, karena tujuan kita memang menjenguk dan merukiah rumah,” katanya. Faizar juga merasakan hawa panas di rumah tersebut, meski ia menduga itu karena cuaca Yogyakarta yang panas.

Temuan Keris dan Tindakan Penghancuran

Dalam proses rukiah, ditemukan sebuah keris di rumah tersebut. Berdasarkan ilmu rukiah yang dipelajari Faizar di Mesir, benda-benda yang dijadikan sarana kesyirikan dapat menjadi celah setan untuk mengganggu. Ia berkonsultasi dengan seorang maestro tosan aji di Indonesia yang mendaftarkan keris ke UNESCO. Sang maestro menyatakan bahwa keris tersebut bukan keris betulan, melainkan keris owahan yang biasa digunakan oleh dukun. Atas dasar itu, Faizar meminta keris tersebut dihancurkan untuk menyelamatkan akidah.

Rencana Rukiah Lanjutan dan Harapan Temuan Logis

Setelah rukiah pertama, kebakaran kembali terjadi sebanyak lima kali. Faizar berencana kembali ke Seyegan untuk melakukan rukiah lanjutan dan mendalami kasus kesurupan yang dialami Mutviana. Ia masih berharap ada temuan logis dari pihak kepolisian atau tim dari kampus-kampus ternama di Yogyakarta.

Penyelidikan Polisi

Setelah penelitian menyimpulkan tidak ada gas alam, Pemerintah Kabupaten Sleman menyerahkan kasus ini ke Satreskrim Polresta Sleman. Hingga saat ini, kasus masih dalam penyelidikan. “Terkait itu belum ada update lagi dari Satreskrim, jika ada informasi besok akan kami sampaikan,” kata Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro, Senin (22/6).

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.