Media Kampung – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Irfan, mengungkapkan rahasia di balik keberhasilan transformasi layanan haji pada penyelenggaraan ibadah haji 2026. Transformasi layanan haji ini berhasil dijalankan meskipun masa persiapan yang singkat dan tantangan geopolitik di Timur Tengah.

Pelaksanaan ibadah haji tahun ini telah memasuki fase akhir pemulangan jemaah ke Tanah Air. Proses pemulangan dijadwalkan selesai sepenuhnya pada 1 Juli 2026, dengan sebanyak 221 ribu jemaah secara bertahap kembali ke kampung halaman.

Gus Irfan menyampaikan apresiasi atas kelancaran operasional perdana ini. “Kami berhasil mengelola operasional haji di tengah masa transisi yang singkat,” ujarnya pada Sabtu, 13 Juni 2026.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) sendiri baru dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto pada September 2025. Persiapan operasional sempat menghadapi tantangan akibat konflik geopolitik di Timur Tengah yang meledak hanya sekitar satu setengah bulan sebelum pemberangkatan kloter pertama.

Salah satu inovasi kunci yang dilakukan Kemenhaj adalah penempatan musyrif diny, yaitu tim ulama, di hotel-hotel jemaah. Langkah ini bertujuan memberikan bimbingan spiritual langsung secara merata kepada seluruh jemaah.

Aspek transparansi juga diperkuat melalui kolaborasi erat dengan aparat penegak hukum. Sinergi tersebut berhasil mencegah keberangkatan 550 calon haji ilegal pada tahun ini.

Evaluasi menyeluruh terhadap operasional haji akan mulai dilakukan pada Sabtu, 20 Juni 2026. “Pondasi yang terbangun akan terus kami perkokoh demi perlindungan jemaah,” kata Gus Irfan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.