Media Kampung – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan melaksanakan Salat Iduladha di Wisma Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Paris, Prancis, saat kunjungan kenegaraan yang berlangsung pada akhir Mei 2026. Kegiatan ibadah ini akan dilakukan bersama Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Paris, sebagai bagian dari rangkaian kunjungan resmi yang telah direncanakan sejak lama.
Presiden Prabowo tiba di Bandara Orly, Paris, pada Selasa, 26 Mei 2026 pagi waktu setempat. Kunjungan ini merupakan balasan atas kunjungan kenegaraan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia pada tahun sebelumnya, dan bertujuan memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan Prancis di berbagai bidang seperti pertahanan, investasi, teknologi, energi, serta industri strategis.
Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, pelaksanaan Salat Iduladha di Wisma KBRI Paris sekaligus menjadi momen silaturahmi Presiden dengan komunitas WNI di Prancis. “Presiden Prabowo akan melaksanakan salat Iduladha dan bertemu dengan warga Indonesia di Wisma KBRI Paris,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Kunjungan ini menegaskan hubungan yang erat antara Presiden Prabowo dan Presiden Macron, yang telah melakukan beberapa pertemuan sejak Juli 2025. Kedua pemimpin negara tersebut berkomitmen untuk meningkatkan hubungan bilateral menuju kemitraan strategis komprehensif, sebagai respons terhadap dinamika global yang penuh ketidakpastian.
Reaksi terhadap kunjungan dan pelaksanaan Salat Iduladha di Paris ini cukup beragam. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa kunjungan kenegaraan Presiden membawa banyak manfaat strategis bagi Indonesia. “Presiden melakukan kunjungan dengan pertimbangan matang, yang diyakini akan memberikan keuntungan bagi bangsa di masa mendatang,” jelasnya usai melaksanakan Salat Iduladha di Masjid Istiqlal Jakarta.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa pelaksanaan salat di luar negeri merupakan hal yang wajar dan tidak mengurangi makna ibadah. “Presiden melaksanakan Salat Iduladha di Paris karena bertepatan dengan kunjungan kenegaraan yang telah direncanakan sebelumnya,” ungkapnya.
Partai Gerindra, melalui juru bicara Bahtra Banong, juga menekankan bahwa kunjungan Presiden adalah tugas negara yang strategis untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan teknologi dengan Prancis. Bahtra mengingatkan agar publik tidak memandang agenda kenegaraan ini sebagai hal yang dipolitisasi semata, melainkan sebagai upaya penguatan posisi Indonesia di kancah global.
Dengan rangkaian pertemuan yang intens dan tujuan mempererat kemitraan strategis, kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis menjadi momentum penting dalam diplomasi Indonesia. Pelaksanaan Salat Iduladha bersama WNI di Paris sekaligus menandai kehadiran Presiden yang dekat dengan rakyat, meski berada jauh dari tanah air.
Agenda ini menegaskan peran aktif Indonesia dalam diplomasi bebas dan aktif, serta menambah catatan positif dalam hubungan bilateral kedua negara. Presiden Prabowo dan delegasi akan melanjutkan rangkaian kunjungan kerja yang telah dipersiapkan secara matang sejak awal tahun.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan