Media Kampung – Puasa Tarwiyah menjadi salah satu amalan sunnah yang penting bagi umat Islam menjelang Hari Raya Idul Adha. Bertepatan dengan tanggal 8 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau 25 Mei 2026, puasa ini dilaksanakan sehari sebelum puasa Arafah yang jatuh pada 9 Dzulhijjah. Selain menjadi bagian dari rangkaian ibadah di bulan Dzulhijjah, puasa Tarwiyah memiliki nilai spiritual yang besar, terutama bagi mereka yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Hari Tarwiyah sendiri berakar dari tradisi jamaah haji yang menyiapkan bekal air sebelum menuju Mina dan Arafah. Dalam konteks ibadah, puasa ini termasuk dalam amal saleh yang sangat dianjurkan dalam sepuluh hari pertama Dzulhijjah, yang menurut hadis riwayat Bukhari adalah waktu dimana amal saleh paling dicintai Allah SWT.

Menjelang waktu berbuka puasa Tarwiyah, umat Islam dianjurkan membaca doa sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat dan kekuatan selama berpuasa. Doa yang umum dibaca mengandung pengakuan iman, pengharapan, dan ucapan syukur kepada Allah SWT. Salah satu doa yang sering diamalkan berbunyi, “Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa ‘ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin,” yang artinya, “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang.” Doa ini juga dipakai saat berbuka puasa Arafah yang bertepatan dengan puncak ibadah haji di Padang Arafah.

Keutamaan puasa Tarwiyah tidak lepas dari konteks spiritual dan sosialnya. Puasa ini menjadi momen untuk memperbanyak amal dan mendekatkan diri kepada Allah sebelum hari wukuf di Arafah. Meski tidak wajib, puasa Tarwiyah sangat dianjurkan sebagai bentuk penguatan keimanan dan persiapan menyambut Idul Adha.

Selain doa buka puasa, puasa Tarwiyah juga mengajarkan tentang kesabaran dan rasa syukur yang mendalam. Melalui ibadah ini, umat Islam diajak untuk mengingat kembali perjuangan jamaah haji sekaligus memperkuat ikatan spiritual dalam menyambut hari raya besar Islam.

Pada akhirnya, pelaksanaan puasa Tarwiyah dan membaca doa buka puasa menjadi bagian penting dalam tradisi keagamaan yang memperkaya makna ibadah di sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Dengan menjalankan puasa ini, umat Muslim tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki diri dan memohon ampunan sebelum memasuki Idul Adha.

Sebagai penutup, penting bagi umat Islam untuk memaknai puasa Tarwiyah dengan kesungguhan dan khusyuk, serta melengkapi ibadah dengan doa yang penuh pengharapan agar Allah SWT menerima semua amal baik yang dilakukan selama periode ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.