Media Kampung – Harga sapi kurban pada Idul Adha 2026 mengalami dinamika yang cukup signifikan akibat berbagai faktor mulai dari kenaikan biaya pakan hingga upaya pemerintah dan lembaga terkait dalam menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat. Situasi ini mencerminkan perubahan pola pasar hewan kurban di Indonesia menjelang perayaan besar umat Muslim tersebut.
Salah satu faktor utama yang memengaruhi harga sapi adalah melonjaknya biaya pakan ternak hingga 35 persen. Kondisi ini membuat banyak peternak, khususnya kambing, mengalami kesulitan karena keuntungan yang didapat menjadi sangat tipis. Seorang pedagang hewan kurban di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan bahwa penjualan kambing menurun sekitar 10 persen akibat pasokan yang melimpah dan naiknya harga pakan sejak sebelum Ramadan 2026. Meski demikian, penjualan sapi justru meningkat 10 persen berkat ukuran hewan yang lebih besar dan sistem pembelian secara patungan.
Di sisi lain, bantuan hewan kurban dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, turut menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Polres Trenggalek, misalnya, menyalurkan total 33 ekor kambing dan tiga ekor sapi untuk masyarakat setempat sebagai bentuk kepedulian sosial dalam mempererat hubungan antara aparat keamanan dan warga. Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, mengungkapkan bahwa momen Idul Adha mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian kepada sesama yang menjadi semangat dalam penyaluran hewan kurban tersebut.
Pemerintah pusat juga aktif memberikan bantuan sapi kurban berkualitas. Presiden Prabowo Subianto menyalurkan sapi kurban dengan bobot besar di sejumlah wilayah. Di Kediri, sapi jenis limosin cross hasil pembesaran intensif selama tiga tahun mencapai berat 1,05 ton, siap disembelih di masjid setempat. Sementara itu, sapi kurban bantuan Presiden untuk Kota Blitar memiliki bobot 1,1 ton dan dibeli dari peternak di Kabupaten Kediri dengan harga mencapai Rp 100 juta. Bantuan ini diperuntukkan bagi masyarakat Kecamatan Sukorejo di Kota Blitar sebagai wujud dukungan pemerintah dalam meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hewan kurban.
Penjualan hewan kurban yang beragam pola ini menunjukkan adanya tantangan sekaligus peluang bagi peternak dan pasar hewan kurban di Indonesia. Di satu sisi, naiknya harga pakan dan melimpahnya pasokan kambing menyebabkan sebagian peternak memilih menunggu kondisi pasar membaik atau mencari pekerjaan lain. Di sisi lain, permintaan sapi kurban yang besar dengan bobot tinggi masih menunjukkan tren positif dengan adanya pembelian patungan dan bantuan pemerintah.
Secara keseluruhan, harga sapi kurban 2026 dipengaruhi oleh faktor biaya produksi, dinamika pasar, serta intervensi pemerintah melalui program bantuan hewan kurban. Upaya bersama antara peternak, pemerintah, dan masyarakat diharapkan dapat menjaga kelancaran distribusi hewan kurban serta memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan lancar di Hari Raya Idul Adha.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan