Media Kampung – Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji 2026 di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), petugas haji mengingatkan jemaah lanjut usia untuk membatasi aktivitas fisik guna menjaga kesehatan dan mencegah risiko akibat cuaca panas yang ekstrim. Imbauan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi jemaah lansia agar tetap prima saat menjalankan rangkaian ibadah yang menuntut fisik.
Ridwan Siswanto, Kepala Seksi PKPPJH dan Layanan Lansia Disabilitas di Daker Makkah, menjelaskan bahwa sejak beberapa hari terakhir pihaknya aktif memberikan edukasi kepada para jemaah lansia. Edukasi tersebut meliputi pentingnya istirahat yang cukup, membatasi ibadah berlebihan di Masjidil Haram, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan sering minum air. Penggunaan penutup kepala juga dianjurkan untuk melindungi diri dari paparan sinar matahari langsung.
Selain itu, Ridwan menegaskan bahwa petugas menghimbau jemaah untuk mengatur waktu pelaksanaan ibadah pada jam-jam yang lebih teduh, seperti sore hari hingga malam serta subuh menjelang pagi. Strategi ini bertujuan mengurangi kelelahan dan dehidrasi yang kerap dialami oleh jemaah lansia saat menjalankan ibadah dalam cuaca panas di Tanah Suci.
Lebih lanjut, Ridwan menyampaikan bahwa Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menyediakan waktu istirahat selama dua hingga tiga hari sebelum keberangkatan ke Arafah. Langkah ini diambil guna memastikan jemaah dalam kondisi fisik terbaik sebelum memasuki fase Armuzna yang menjadi puncak ibadah haji.
Meski berbagai langkah pencegahan telah dilakukan, beberapa jemaah lansia tetap mengalami gangguan kesehatan setelah tiba di Tanah Suci. Gangguan tersebut diduga muncul akibat dehidrasi, kurang istirahat, dan kelelahan berlebih selama beribadah. Bahkan, ada jemaah yang mengalami gangguan memori dan perubahan perilaku, termasuk ketidaksadaran bahwa mereka tengah berada di Tanah Suci serta keinginan untuk pulang.
Imbauan untuk mengurangi aktivitas fisik dan menjaga kesehatan lansia menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan puncak ibadah haji 2026. Perhatian khusus terhadap kondisi fisik para jemaah lansia diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah serta menjaga kenyamanan dan keamanan mereka selama berada di Tanah Suci.
Dengan berbagai upaya koordinasi dan edukasi yang dilakukan oleh petugas haji, jemaah lansia diharapkan mampu menjaga stamina dan kesehatan secara optimal. Hal ini penting agar mereka dapat melaksanakan ibadah puncak Armuzna dengan khusyuk dan lancar tanpa hambatan kesehatan yang berarti.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan