Media Kampung – Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, memberikan imbauan kepada jemaah haji Indonesia agar saling menjaga satu sama lain selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Ia menekankan pentingnya sikap saling pengertian guna menjaga ketenangan dan kenyamanan bersama di tengah dinamika ibadah haji yang menuntut fokus dan kesabaran.

Pesan tersebut disampaikan Saan ketika bertemu langsung dengan para jemaah haji Indonesia di Sektor 9 Misfalah, Mekkah, pada Jumat, 22 Mei 2026. Ia mengingatkan agar jemaah tidak mengedepankan ego pribadi karena sebagian besar peserta haji berasal dari kalangan lansia dengan kondisi kesehatan beragam. Oleh sebab itu, perilaku setiap individu harus memperhatikan dampak terhadap sesama jemaah.

Saan mencontohkan masalah yang sempat muncul terkait aktivitas merokok di dalam area pemondokan. Asap rokok bahkan memicu alarm hotel yang membuat sejumlah jemaah lanjut usia terkejut dan khawatir, terutama yang memiliki riwayat penyakit jantung. “Ketika alarm hotel berbunyi, jemaah jadi kaget dan bertanya-tanya ada apa,” ujar Saan, menyoroti potensi gangguan tersebut.

Untuk menghindari ketidaknyamanan, ia menyarankan jemaah yang merokok agar melakukannya di luar pemondokan hotel. Langkah ini diharapkan dapat menjaga suasana kondusif bagi semua pihak, terutama bagi para lansia yang rentan terhadap gangguan kesehatan.

Selain itu, Saan juga mengingatkan pentingnya menjaga stamina dan kesehatan jelang puncak ibadah haji. Ia menyebutkan bahwa sejak Senin, 25 Mei 2026, para jemaah mulai bergerak menuju Arafah, di mana suhu udara yang sangat panas mencapai 45 hingga 46 derajat Celsius menjadi tantangan tersendiri. Kondisi ekstrim tersebut menuntut jemaah agar tetap fokus dan menjaga kondisi fisik agar ibadah dapat berjalan lancar.

Dalam kesempatan itu, Saan juga menilai pelayanan haji tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Ia mencontohkan sistem pembagian kartu Nusuk yang sudah dilakukan sejak jemaah masih berada di Indonesia, yang mempermudah kelancaran proses pelaksanaan ibadah. Perbaikan layanan seperti ini dianggap krusial untuk mendukung ketenangan dan kekhusyukan jemaah selama di Tanah Suci.

Saan mengajak seluruh pihak terkait untuk terus melakukan evaluasi demi menyempurnakan penyelenggaraan haji di masa mendatang. Dengan demikian, pengalaman ibadah bagi jemaah Indonesia dapat semakin baik dan memenuhi harapan semua lapisan masyarakat.

Imbauan saling menjaga dan memperhatikan sesama jemaah menjadi pesan utama yang disampaikan agar ibadah haji berlangsung dengan aman dan khusyuk. Kondisi kesehatan para jemaah yang beragam dan tantangan cuaca ekstrem menjadi alasan kuat bagi semua pihak untuk saling menghormati dan mendukung selama menjalankan rangkaian ibadah di Mekkah dan Arafah.

Dengan kesadaran bersama, suasana ibadah dapat tetap kondusif sehingga jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan penuh ketenangan dan kenyamanan, sesuai dengan harapan seluruh umat muslim yang menunaikan rukun Islam kelima ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.