Media Kampung – Salat Iduladha menjadi salah satu ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam dalam menyambut Hari Raya Iduladha. Pelaksanaan salat ini merupakan ibadah sunah muakkad yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Zulhijah pada pagi hari sebelum waktu zuhur tiba.
Salat Iduladha biasanya dilakukan secara berjamaah dengan tempat utama di lapangan terbuka sebagai bentuk syiar Islam, sesuai contoh Rasulullah SAW. Namun, apabila kondisi tidak memungkinkan, salat Iduladha dapat dilakukan di masjid. Hal ini tercatat dalam riwayat yang diriwayatkan oleh Abu Sa’id al-Khudri dan dicantumkan dalam hadits shahih dari Imam Bukhari dan Muslim, yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW selalu keluar menuju lapangan untuk melaksanakan salat Iduladha dan Idul Fitri.
Mengenai waktu pelaksanaan, salat Iduladha dimulai setelah matahari terbit dan sebaiknya dikerjakan secepat mungkin agar ibadah penyembelihan hewan kurban dapat segera dilakukan. Sebelum memulai salat, umat Islam dianjurkan untuk menghadirkan niat dalam hati, atau bisa juga melafalkan bacaan niat secara khusus yang menyatakan salat sunah Iduladha dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum atau imam karena Allah Ta’ala.
Salat Iduladha terdiri dari dua rakaat dengan tambahan takbir di setiap rakaatnya. Pada rakaat pertama, pelaksanaan takbir bertambah tujuh kali setelah takbiratul ihram, sementara pada rakaat kedua ditambah lima kali takbir. Bacaan yang dianjurkan saat takbir tambahan adalah tasbih dan tahmid seperti “Subhaanallaahi walhamdulillaahi walaa ilaaha illallaahu wallaahu akbar” yang mengagungkan kebesaran dan keesaan Allah.
Setelah takbir, imam dan makmum melanjutkan salat dengan membaca surat Al-Fatihah dan surat pilihan. Kemudian dilanjutkan dengan gerakan rukuk, iktidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud sesuai tata cara salat pada umumnya. Rakaat kedua diakhiri dengan salam setelah menyelesaikan bacaan dan gerakan salat.
Untuk menambah kesempurnaan ibadah, imam dianjurkan membaca surat tertentu saat salat Iduladha seperti surat Qaf dan Al-Qamar, atau surat Al-A’la dan Al-Ghasyiyah yang juga pernah dipraktikkan oleh Rasulullah SAW. Hal ini menjadi bagian dari syiar penting dalam memperingati hari raya yang penuh makna ini.
Pelaksanaan salat Iduladha tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah dengan melaksanakan salat bersama di ruang terbuka. Selain itu, salat ini menjadi tanda dimulainya tradisi penyembelihan hewan kurban yang menjadi wujud pengorbanan dan kepedulian sosial di masyarakat.
Menyambut Hari Raya Iduladha, umat Islam dianjurkan mempersiapkan diri dengan memahami tata cara salat Iduladha secara benar agar ibadah yang dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah SAW dan membawa keberkahan. Pengetahuan ini penting agar pelaksanaan salat berjalan khusyuk dan terarah, sekaligus menjaga kelancaran rangkaian ibadah hari raya.
Dengan mengikuti tata cara yang telah disyariatkan dan mempraktikannya dengan penuh kesungguhan, salat Iduladha menjadi ibadah yang bernilai dan mampu memperkokoh keimanan serta kebersamaan umat Islam di Indonesia. Semoga ibadah pada hari raya ini diterima dan menjadi momen refleksi spiritual bagi seluruh umat Muslim.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan