Media Kampung – Elly Warti Maliki memulai langkah nyata menghidupkan kembali peran surau di Ranah Minang melalui program inovatif bernama Surau Maimbau. Program ini bertujuan memperkuat pendidikan berbasis surau sebagai pusat pembelajaran generasi muda Minangkabau, khususnya dalam pengajaran bahasa Arab dan pemahaman Al-Qur’an.

Sebagai perempuan Minang yang menaruh hormat dalam adat dan prinsip kehidupan, Elly memandang surau bukan sekadar tempat ibadah, melainkan pusat pembentukan karakter dan penanaman nilai budaya. Ia menekankan pentingnya surau sebagai ruang edukasi yang menghubungkan ranah dan rantau, khususnya bagi anak-anak di desa-desa Sumatera Barat.

Program Surau Maimbau diawali dengan kegiatan Sambba, singkatan dari Setiap Anak Muslim Bisa Bahasa Arab. Melalui Sambba, Elly berupaya menghadirkan pembelajaran bahasa Arab yang mudah diakses hingga ke surau-surau kecil di nagari. Tujuannya adalah membekali generasi muda Minang dengan kemampuan bahasa Arab yang tidak hanya bermanfaat untuk pendidikan agama, tetapi juga membuka peluang kerja dan pendidikan di luar negeri, khususnya di negara-negara Arab.

Elly yang menamatkan pendidikan hingga doktoral di Universitas Al-Azhar Mesir, menilai kemampuan bahasa Arab sangat krusial untuk menghadapi dunia global. Ia menceritakan pengalaman pribadinya yang berjuang belajar bahasa Arab dari nol hingga meraih gelar tertinggi dengan predikat summa cumlaude. Pengalaman ini menjadi dasar keyakinannya untuk membangun sistem pembelajaran terstruktur yang dimulai sejak usia dini.

Selain bahasa Arab, Elly juga mengembangkan metode pembelajaran Al-Qur’an yang fokus pada pemahaman makna ayat secara bertahap dan sederhana. Ia merancang lima jilid buku beserta bahan latihan yang memungkinkan masyarakat memahami isi Al-Qur’an langsung dari bahasa aslinya tanpa bergantung pada terjemahan. Metode ini bertujuan menjembatani kesenjangan antara kemampuan membaca Al-Qur’an dan penguasaan maknanya.

Program Surau Maimbau pun sudah mulai diterapkan secara bertahap dengan melibatkan kelompok ibu-ibu melalui pembelajaran daring dan kerja sama dengan sejumlah Sekolah Dasar Islam Terpadu. Seluruh guru pengajar dalam program tersebut adalah alumni Universitas Al-Azhar yang dipersiapkan khusus agar mengajarkan tidak hanya membaca, tetapi juga komunikasi bahasa Arab sehari-hari secara efektif.

Elly berencana memulai program ini dari kampung halamannya di Solok, Sumatera Barat. Ia telah berdiskusi dengan Walikota setempat untuk menjalin kerja sama dalam mengembangkan pendidikan berbasis surau di daerah tersebut. Harapannya, dari surau-surau kecil di kampung dapat lahir generasi muda yang kuat dalam adat, ilmu, dan pemahaman Al-Qur’an serta bahasa Arab.

Perjalanan panjang Elly yang dimulai dari pendidikan agama di kampung, menempuh studi di Mesir, hingga kini berkiprah dalam pengembangan pendidikan di tanah Minang menunjukkan bagaimana nilai budaya dan agama dapat menjadi fondasi kuat dalam membentuk karakter dan masa depan masyarakat. Surau Maimbau menjadi wujud nyata dari impian Elly mengembalikan fungsi surau sebagai pusat pendidikan dan pembinaan generasi muda Minangkabau.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.