Media Kampung – Como melanjutkan performa impresifnya di Serie A musim 2026/2027 dengan meraih kemenangan 2-1 atas Parma pada pekan keempat. Menariknya, seluruh gol kemenangan Como dicetak oleh pemain bertahan, Jacobo Ramon dan Kaiki Bruno, yang menunjukkan perubahan taktik di bawah pelatih Cesc Fabregas.
Kemenangan ini membuat Como tetap tak terkalahkan dalam empat pertandingan awal Serie A dan mengumpulkan 10 poin, menempatkan mereka di posisi ketiga klasemen, hanya di bawah AS Roma dan Inter Milan yang masih sempurna. Hasil positif tersebut menjadi bukti keberhasilan Fabregas dalam menerapkan filosofi permainan yang terinspirasi dari pengalamannya saat membela Arsenal.
Fabregas menekankan pentingnya kontribusi bek dalam mencetak gol sebagai bagian dari sepak bola modern. Dia mencontohkan bahwa Arsenal berhasil meraih gelar Premier League sebagian besar berkat gol-gol dari situasi bola mati yang dikontribusikan oleh pemain bertahan. Dengan pendekatan serupa, Como berusaha mengembangkan kemampuan lini belakang untuk menjadi senjata tambahan dalam menyerang.
Dalam laga kandang pertama musim ini di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Como harus melakukan rotasi pemain karena kelelahan setelah menjalani pertandingan Liga Champions. Meskipun demikian, para pemain pengganti mampu memberikan kontribusi positif dan membantu menjaga momentum kemenangan. Fabregas pun merasa puas dengan performa timnya yang mampu menjaga fokus dan konsistensi setelah pertandingan berat di kompetisi Eropa.
Selain itu, Como mencatatkan awal musim terbaik di Serie A dalam lebih dari tujuh dekade terakhir. Data menunjukkan bahwa ini adalah kali pertama sejak musim 1951/52 Como memenangkan tiga dari empat pertandingan pertama mereka di Serie A. Prestasi ini sekaligus menandai keberhasilan mereka mengalahkan Parma di dua divisi teratas sepak bola Italia secara beruntun untuk pertama kali sejak 1974.
Performa impresif Como di bawah arahan Fabregas tak lepas dari strategi yang mengintegrasikan bek produktif dan rotasi pemain efektif. Dengan bek yang mampu mencetak gol, Como memiliki keunggulan taktis yang mampu memberikan ancaman lebih dalam situasi menyerang. Hal ini sekaligus membuka peluang bagi Como untuk bersaing ketat dengan klub-klub papan atas Serie A pada musim ini.
Fabregas, yang berusia 39 tahun dan berasal dari Spanyol, mengaku sangat optimis dengan potensi timnya ke depan. Ia menilai kemampuan seluruh pemain, termasuk pengganti, menjadi kunci keberhasilan menjaga performa dan hasil positif di kompetisi domestik dan Eropa.
Kemenangan atas Parma juga menegaskan bahwa Como mampu menjaga fokus meski menghadapi jadwal padat. Hal tersebut menjadi modal penting bagi Como untuk terus bersaing di Serie A dan kompetisi Liga Champions musim ini, serta mengukuhkan posisi mereka sebagai tim yang patut diperhitungkan.












Tinggalkan Balasan