Media Kampung – Peringatan 50 tahun berdirinya PSS Sleman diwujudkan melalui pameran diorama trofi dan history wall yang mengabadikan perjalanan klub sepak bola ini sejak 1976 hingga 2026. Mini museum ini disiapkan sebagai bagian pembuka rangkaian acara ulang tahun PSS yang digelar di koridor barat Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Klub yang lahir pada 20 Mei 1976 ini dimulai oleh sejumlah tokoh pendiri seperti Sudarsono KH, H. Suryo Saryono, Sugiyarto SY, Hartadi, dan Subardi. Dalam setengah abad perjalanan, PSS mengalami berbagai pasang surut yang terekam dalam koleksi memorabilia dan diorama yang disusun secara khusus.

Pengunjung mini museum akan diajak menelusuri sejarah melalui diorama pertama yang menampilkan rangkaian jersey PSS dari berbagai periode kompetisi, mulai era Perserikatan, Liga Indonesia, hingga Pegadaian Championship 2025/2026. Koleksi ini menggambarkan evolusi identitas klub dari waktu ke waktu.

Diorama kedua menampilkan deretan trofi yang berhasil diraih PSS Sleman, termasuk trofi promosi Divisi Utama tahun 1999 dan trofi Liga 2 tahun 2018 yang membawa klub kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional. Walaupun posisi runner-up juga tercatat dalam beberapa kesempatan, proses promosi tetap menjadi bagian penting dalam sejarah klub.

Di ruang trofi, terdapat pesan khusus dari legenda PSS, Balet Widodo, yang menjadi latar belakang pameran. Pesan tersebut menyampaikan nilai-nilai perjuangan dan semangat yang diwariskan oleh para pemain dan pendukung dari generasi ke generasi. Balet Widodo mengingatkan tentang antusiasme penonton yang sudah terlihat sejak era pemain lokal saja, dan semakin berkembang dengan kehadiran pemain asing.

Selain diorama, history wall menjadi pusat perhatian dengan rangkaian kronologis yang merekam perjalanan PSS selama 50 tahun. Dinding ini memuat berbagai momen penting, perubahan era, dan dinamika kompetisi yang membentuk karakter klub. Narasi yang disajikan membantu pengunjung memahami konteks sejarah di balik setiap peristiwa dan prestasi yang diraih PSS.

Project Leader Mini Museum 50 Tahun PSS, Alif Madani, menjelaskan bahwa pameran ini berlangsung selama seminggu, dari 17 hingga 24 Mei 2026, dan akan ditutup dengan festival musik sebagai acara puncak. Kegiatan ini menjadi wujud penghormatan dan refleksi atas perjalanan panjang PSS Sleman, sekaligus pengingat akan tantangan yang telah dilalui untuk mencapai posisi saat ini.

Dengan hadirnya diorama trofi dan history wall, PSS Sleman tidak hanya memperingati usia emasnya, tetapi juga memperkuat ikatan antara klub, pemain, dan pendukung melalui kenangan dan nilai sejarah yang terus hidup. Stadion Maguwoharjo kini menjadi saksi bisu perjalanan 50 tahun yang penuh warna dan makna dalam dunia sepak bola Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.