Media Kampung – Tes MotoGP Jerez – 24 jam Bagnaia frustrasi, Ducati masih kalah dari Aprilia, menjadi sorotan utama setelah sesi uji coba di sirkuit Jerez pada 24 April 2026. Sesi tersebut berlangsung selama dua sesi, dimana tim Ducati berupaya memperbaiki performa motor GP26 yang mengalami masalah pada balapan Spanyol sebelumnya.
Francesco “Pecco” Bagnaia mencatat waktu terbaik 1 menit 36,697 detik pada sesi pertama, menempatkannya di posisi ketiga di papan waktu. Meskipun berada di antara dua motor Aprilia, hasil tersebut menegaskan kesenjangan performa yang masih dirasakan Ducati dibanding pesaing Italia.
Motor Aprilia mencatat waktu tercepat 1 menit 36,412 detik, mengungguli Ducati sebesar 0,285 detik. Keunggulan tersebut terlihat konsisten pada kedua sesi, menandakan bahwa inovasi aerodinamika dan pengaturan chassis Aprilia masih lebih optimal pada lintasan Jerez.
Bagnaia menyatakan kekecewaannya, “Saya sangat frustrasi karena kami masih belum menemukan solusi yang tepat untuk pengereman, terutama di tikungan kiri Jerez.” Pernyataan itu menegaskan tekanan yang dirasakan pembalap dua kali juara dunia dalam upaya menutup jurang performa.
Pada balapan utama Grand Prix Spanyol, Bagnaia harus mengundurkan diri karena kerusakan sistem rem pada Desmosedici GP26, yang berujung pada DNF. Kegagalan tersebut menjadi titik balik yang memaksa tim fokus pada perbaikan teknis selama sesi tes.
Marc Márquez, rekan setim Ducati, berhasil mencatat waktu 1 menit 36,277 detik pada sesi sore, menempatkan dirinya di atas Bagnaia namun masih di belakang tiga motor Aprilia. Márquez menilai sesi tersebut sebagai langkah positif untuk menguji paket aerodinamika baru.
“Saya merasa lebih percaya diri dengan fairing baru dan swingarm yang lebih stabil, terutama di tikungan cepat,” ujar Márquez setelah menyelesaikan 68 lap. Kutipan itu mencerminkan perbedaan fokus pengembangan antara dua pembalap Ducati.
Manajer tim, Davide Tardozzi, menegaskan bahwa pengembangan utama kali ini berpusat pada aerodinamika, dengan tujuan meningkatkan downforce tanpa mengorbankan kecepatan lurus. Ia menambahkan, “Pecco masih harus menyelesaikan masalah pengereman, sementara Marc sudah menemukan titik keseimbangan pada bagian depan motor.”
Bagnaia mengakui adanya kemajuan pada paket aerodinamika, namun menekankan perlunya peningkatan pada sistem pengereman. “Paket aerodinamika bekerja baik, tetapi kami masih harus memahami cara menghentikan motor lebih cepat,” katanya.
Musim 2026 MotoGP masih berada pada fase pengembangan intensif, dimana Ducati berkompetisi tidak hanya melawan Aprilia, tetapi juga Honda dan Yamaha yang terus menyempurnakan mesin 1000cc mereka. Kompetisi teknis ini menuntut inovasi berkelanjutan demi menutup jarak poin klasemen.
Jadwal selanjutnya menampilkan Grand Prix Le Mans pada 4 Mei 2026, yang akan menjadi ajang penting bagi Ducati untuk menguji perbaikan pengereman dan aerodinamika secara kompetitif. Tim berharap dapat menampilkan peningkatan nyata dibandingkan hasil Jerez.
Dengan semangat perbaikan dan data yang diperoleh dari tes Jerez, Ducati menatap musim dengan optimisme bahwa masalah teknis dapat teratasi sebelum pekan selanjutnya, sehingga peluang meraih podium kembali terbuka lebar.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan