Media KampungNaoya Inoue mempertahankan gelar undisputed super‑bantamweight pada Sabtu 2 Mei 2026 di Tokyo Dome dengan keputusan bulat melawan Junto Nakatani. Pertarungan 12 ronde itu menyita perhatian 55.000 penonton dan menegaskan posisi sang Monster sebagai juara tak terbantahkan.

Pertandingan dimulai dengan kedua petarung saling menguji jab, Nakatani memanfaatkan jangkauan lebih panjangnya sementara Inoue menanggapi dengan jab kiri ke badan. Kedua atlet menampilkan pergerakan defensif tinggi, membuat penonton terkesan dengan ketegangan awal.

Pada ronde keempat Nakatani berusaha menancapkan straight kiri tajam namun meleset, memberi Inoue ruang untuk meningkatkan volume pukulan lewat kombinasi jab‑right hook. Di ronde kelima Nakatani berhasil menyiapkan left straight tipis, sementara Inoue tetap menekan dengan jab berulang.

Ronde keenam menyaksikan Nakatani menancapkan left straight dari jarak jauh, namun Inoue menahan ritme dengan menutup jarak lewat footwork. Pada ronde ketujuh sang Monster meluncurkan right straight bersih yang menjadi pukulan paling berdampak hingga saat itu.

Di ronde kedelapan kedua petarung berdiri kokoh, Nakatani meluncurkan kombinasi kanan hook setelah left, namun Inoue berhasil mengelak dan tetap mengendalikan tempo. Ronde kesembilan memperlihatkan Inoue mengasah kemampuan slipnya terhadap serangan tak konvensional Nakatani.

Tabrakan kepala tak sengaja pada ronde kesepuluh menyebabkan luka pada alis kiri Nakatani, namun petarung Jepang tetap bertahan. Ronde kesebelas Inoue memperkuat serangan dengan uppercut dan right‑hand led assault, memaksa Nakatani mengandalkan kaki untuk bertahan.

Ronde terakhir berlangsung dengan sorakan gemuruh, keduanya menukar straight hingga bel akhir berdentang. Juri memberi skor 116‑112, 116‑112, dan 115‑113 untuk Inoue, mengukuhkan kemenangan bulat atas Nakatani.

Setelah keputusan diumumkan, Inoue mengungkapkan, “Saya mengeksekusi penampilan untuk menunjukkan bahwa saya adalah pemenang malam ini. Lawan saya memiliki hati yang luar biasa, jadi kemenangan ini sangat berharga.” Ia juga mengajak penonton kembali ke Tokyo Dome di masa depan.

Nakatani, yang mengalami kekalahan pertamanya, mengakui kesulitan dan menyatakan, “Saya datang siap sehingga tidak ada kejutan, namun juara sangat hebat.” Ia juga menambahkan bahwa luka di alis akan diperiksa lebih lanjut di rumah sakit.

Eddie Hearn, promotor Matchroom, menilai bahwa meskipun Inoue menunjukkan dominasi, Jesse “Bam” Rodriguez berpotensi menjadi penantang kuat berikutnya. “Saya pernah menonton Inoue di Saudi, dan kini saya yakin Rodriguez dapat mengalahkannya,” ujar Hearn dalam wawancara dengan Boxing News.

Inoue kini mencatat rekor 33‑0 dengan 27 KO, menegaskan dirinya sebagai juara empat divisi terkemuka. Meskipun ada desakan untuk naik ke kelas featherweight, promotor dan federasi masih menjajaki pertarungan melawan Rodriguez di kelas super‑bantamweight.

Dengan gelar tetap di pundaknya dan rencana pertarungan potensial yang sedang dibicarakan, Naoya Inoue tetap menjadi sorotan utama dunia tinju internasional, menanti langkah selanjutnya dalam kariernya yang masih bersinar.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.