Media KampungFluminense mengumumkan laporan keuangan 2025 dengan pendapatan pertama menembus angka satu triliun real Brasil, sekaligus mencatat peningkatan utang.

Laporan yang diaudit oleh BDO menunjukkan total pendapatan mencapai R$1,022 miliar, sementara total kewajiban naik menjadi R$1,04 miliar.

Meski utang meningkat, klub menegaskan bahwa rasio utang terkelola dengan baik berkat struktur pembayaran jangka panjang.

Selic yang lebih tinggi berkontribusi pada kenaikan beban utang, namun mayoritas tambahan berasal dari investasi pemain yang menyumbang sekitar 25% total utang.

Investasi tersebut mencakup akuisisi pemain utama untuk memperkuat skuad pada kompetisi domestik dan internasional.

Club World Cup menjadi salah satu faktor utama pendapatan, karena hadiah uang tunai yang signifikan mengalir ke kas klub.

Fluminense mencatat surplus operasional sebesar R$51,5 juta untuk tahun keempat berturut‑turut.

EBITDA klub mencapai rekor tertinggi, yaitu R$191,4 juta, menandakan efisiensi operasional yang kuat.

Juru bicara Fluminense menyatakan, “Kami menganggap pertumbuhan utang dapat dikelola karena sebagian besar berasal dari investasi pemain dan strategi jangka panjang.”

Selain itu, klub menekankan kepatuhan terhadap Regime Eksekusi Terpusat (RCE) yang mengatur pembayaran utang terorganisir.

Sekitar setengah dari total utang merupakan pajak yang dibayar secara angsuran jangka panjang, mengurangi tekanan likuiditas.

Perbandingan antara pendapatan dan utang menunjukkan jarak tipis, dengan selisih hanya sekitar R$18 juta.

Kondisi ini menandakan keseimbangan antara pertumbuhan pendapatan dan akumulasi kewajiban.

Fluminense juga mencatat peningkatan pendapatan komersial melalui penjualan merchandise, sponsor, dan hak siar.

Kerjasama baru dengan merek internasional menambah nilai komersial klub pada periode tersebut.

Penjualan tiket dan hospitality pada pertandingan kandang di Maracanã berkontribusi signifikan pada pendapatan operasional.

Tim manajemen mengklaim bahwa diversifikasi sumber pendapatan membantu mengurangi ketergantungan pada hasil kompetisi.

Namun, fluktuasi nilai tukar dan inflasi domestik tetap menjadi tantangan bagi perencanaan keuangan klub.

Untuk mengatasi hal tersebut, klub mengadopsi kebijakan hedging dan pengelolaan risiko keuangan.

Komite keuangan Fluminense menegaskan komitmen transparansi dengan mempublikasikan laporan secara terbuka kepada publik.

Langkah ini diharapkan meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, termasuk sponsor, investor, dan suporter.

Penggunaan data keuangan yang terstandarisasi memudahkan perbandingan dengan klub Brasil lainnya.

Fluminense berada di posisi terdepan dalam hal EBITDA di antara klub sepak bola Brasil pada tahun 2025.

Strategi rekrutmen pemain muda juga menjadi bagian penting dalam mengontrol beban gaji jangka panjang.

Pengembangan akademi pemain berpotensi menghasilkan nilai jual transfer yang tinggi di masa depan.

Klub menargetkan peningkatan pendapatan minimal 5% pada tahun 2026 melalui ekspansi pasar internasional.

Rencana tersebut meliputi tur pramusim ke Asia dan Amerika Utara untuk memperluas basis penggemar.

Secara keseluruhan, Fluminense menunjukkan kinerja keuangan yang solid meskipun menghadapi kenaikan utang.

Ke depan, klub bertekad mempertahankan surplus dan meningkatkan profitabilitas sambil tetap berinvestasi pada kompetisi utama.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.