Media Kampung – Sejumlah klub papan atas Super League melakukan pergantian pelatih setelah musim 2025/2026 resmi berakhir. Persib Bandung, Persija Jakarta, dan Borneo FC menjadi tim yang melakukan perubahan pelatih demi mengejar prestasi lebih tinggi musim depan.
Pengamat sepak bola Daniel Siahaan menyatakan bahwa manajemen klub ingin memperbaiki performa dan menargetkan capaian yang lebih besar. “Dari empat tim besar, tiga tim teratas melakukan pergantian pelatih,” ujarnya dalam diskusi bersama Pro 3 RRI pada Rabu, 27 Mei 2026.
Di Persija Jakarta, Mauricio Souza tidak diperpanjang kontraknya setelah gagal memenuhi target juara. Klub ini berambisi memberikan kado spesial untuk ulang tahun Jakarta ke-500 tahun depan dengan meraih gelar juara Super League. Shin Tae-yong menjadi salah satu kandidat pelatih baru, namun Daniel menilai peluang Persija merekrut pelatih asal Korea Selatan tersebut cukup sulit karena faktor finansial dan kontrak yang masih berjalan di negaranya.
Borneo FC secara resmi berpisah dengan pelatih Fabio Lefundes meskipun finis sebagai runner-up musim ini. Sementara itu, Persib Bandung melepas Bojan Hodak sebagai pelatih kepala, namun ia tetap bertahan sebagai penasihat teknis untuk kelompok pemegang saham.
Persib menunjuk Igor Tolic sebagai pelatih kepala baru, yang sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih dan turut berkontribusi dalam kesuksesan klub dengan meraih tiga gelar juara beruntun. Daniel menilai pengangkatan Igor tepat karena dia sudah memahami kondisi tim, meski keberhasilan tim juga dipengaruhi faktor nonteknis.
Daniel juga menekankan pentingnya keterlibatan pelatih dalam proses perekrutan pemain agar transfer lebih sesuai kebutuhan tim dan mengurangi pergantian pemain di paruh kedua kompetisi. Ia berharap kehadiran pelatih asing berkualitas dapat meningkatkan kualitas Super League sehingga mampu bersaing di tingkat internasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan