Media KampungIran menegaskan bahwa Lebanon menjadi bagian krusial dalam kesepakatan damai yang akan ditandatangani dengan Amerika Serikat. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa Lebanon disebut sebanyak tiga kali dalam draf nota kesepahaman yang tengah disusun.

Draf tersebut juga memuat seruan untuk mengakhiri konflik di semua front serta menghormati kedaulatan dan integritas wilayah negara-negara yang terlibat. Baghaei mengungkapkan bahwa Iran akan melakukan kunjungan diplomatik ke sejumlah negara kawasan sebelum penandatanganan resmi.

Penandatanganan kesepakatan dijadwalkan berlangsung di Jenewa, Swiss, pada Jumat, 19 Juni 2026. Mekanisme final penandatanganan masih dalam pembahasan dan hasilnya akan diumumkan secara resmi dalam waktu dekat.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengonfirmasi rencana tersebut dan menyebut kesepakatan itu tercapai berkat kerja keras pemerintah Iran. Menurutnya, pemerintah berhasil mengelola situasi selama perang dan mencegah negara mengalami kehancuran seperti yang diprediksi pihak lawan.

Dari pihak Amerika Serikat, disebutkan bahwa kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman untuk menyelesaikan konflik. Pejabat AS juga menyatakan bahwa upacara penandatanganan resmi akan digelar pada Jumat. Selain itu, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz disebut akan kembali meningkat secara bertahap.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa delegasi Iran kemungkinan akan bertemu dengan pejabat Amerika Serikat di Swiss. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses lanjutan implementasi kesepakatan.

Kesepakatan ini dinilai menjadi langkah penting dalam upaya mengakhiri konflik berkepanjangan dan membuka jalan bagi proses perdamaian lebih lanjut di kawasan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.