Media KampungBroadcom, raksasa semikonduktor yang kini memiliki valuasi pasar sebesar $1,65 triliun, menunjukkan potensi besar untuk bergabung dengan klub perusahaan triliun dolar berikutnya. Pendapatan dari segmen semikonduktor kecerdasan buatan (AI) melonjak tajam sebesar 221% pada kuartal ketiga 2026, mencapai $16,7 miliar, meskipun harga sahamnya turun 17% dalam sebulan terakhir.

CEO Broadcom, Hock Tan, menyatakan bahwa permintaan pada kuartal ketiga sangat tinggi dan perusahaan baru saja memulai ekspansi di sektor AI. Proyeksi pendapatan semikonduktor AI Broadcom diperkirakan mencapai $115 miliar pada tahun fiskal 2027 dan melambung ke $230 miliar pada 2028, dengan pasokan chip yang sudah diamankan. Target harga saham $550 pada tahun 2027 mengindikasikan potensi kenaikan 59% dari harga saat ini, dengan ekspansi valuasi yang minimal.

Baca juga:

Kinerja saham Broadcom yang stagnan dibandingkan dengan peningkatan pendapatan disebabkan beberapa faktor, termasuk penyusutan margin kotor dari 78% menjadi sekitar 73-75% akibat peningkatan penggunaan komponen HBM dalam produk terbaru mereka, XPUs. Namun, adanya dukungan dari implementasi AI oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Google, Anthropic, dan OpenAI menjadi katalisator utama pertumbuhan Broadcom ke depan.

Baca juga:

Dengan posisi pasar yang kuat dan proyeksi pendapatan yang optimis, Broadcom berpeluang besar mengukuhkan posisinya sebagai salah satu perusahaan teknologi bernilai lebih dari dua triliun dolar dalam beberapa tahun mendatang. Hal ini menandai transformasi penting dalam industri semikonduktor yang semakin terpusat pada teknologi AI dan kebutuhan komputasi canggih.

Baca juga: