Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pergerakan yang tidak stabil setelah pelantikan Menteri Keuangan (Menkeu) baru, Suahasil Nazara. Meski sempat menguat tipis pada pembukaan perdagangan, IHSG akhirnya kembali melemah, mencerminkan sentimen pasar yang masih berhati-hati menanggapi pergantian pejabat serta kondisi ekonomi global yang belum menentu.

Pada Selasa, 15 September 2026, IHSG dibuka menguat 10,08 poin atau 0,15 persen ke posisi 6.544,77. Namun, dalam 10 menit pertama perdagangan, indeks tertekan dan melemah hingga 0,99 persen ke level 6.469,84, melanjutkan tren pelemahan dari hari sebelumnya. Nilai transaksi pagi mencapai Rp1,85 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 3,35 miliar lembar.

Baca juga:

Pelaku pasar kini tengah mengamati dengan saksama kebijakan yang akan diambil oleh Suahasil Nazara, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan pada era Presiden Joko Widodo. Ekspektasi terhadap Menkeu baru ini cukup tinggi, terutama dalam menjaga kredibilitas fiskal dan disiplin anggaran negara agar defisit APBN tetap terkendali di bawah batas 3 persen. Investor berharap kebijakan fiskal yang konsisten akan mampu mengembalikan kepercayaan pasar domestik maupun global, yang pada gilirannya dapat mendorong aliran modal masuk (capital inflow), penguatan nilai tukar rupiah, serta stabilitas pasar saham.

Dari sisi teknikal, analis mengamati bahwa IHSG membentuk pola candlestick dragonfly doji setelah menguji level support di 6.390, yang menandakan potensi rebound teknikal meski momentum penguatan masih terbatas. Resistance terdekat berada pada kisaran 6.585 hingga 6.605, sedangkan level support utama diperkirakan di angka 6.390 dan 6.220.

Selain dinamika domestik, kondisi pasar juga dipengaruhi oleh faktor eksternal, khususnya keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang akan mengumumkan kebijakan suku bunga pada 15-16 September 2026. Berdasarkan data probabilitas, The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin, yang berpotensi menimbulkan tekanan pada pasar keuangan global, termasuk Indonesia.

Baca juga:

Investor juga mencermati pergerakan harga minyak dunia dan yield obligasi pemerintah AS (US Treasury), yang merupakan variabel penting dalam menentukan arah pasar saham Indonesia. Apabila eskalasi geopolitik mereda dan harga minyak kembali stabil, serta yield obligasi tidak mengalami lonjakan, maka tekanan pada IHSG diperkirakan akan berkurang.

Dalam perdagangan pagi ini, terdapat enam saham yang mencatat kenaikan signifikan di atas 15 persen, yaitu SEMA, AGAR, SAPX, ALKA, MPIX, dan BSIM, yang dapat menjadi pilihan watchlist bagi investor yang mencari peluang di tengah pasar yang fluktuatif.

Secara keseluruhan, pasar saat ini berada dalam fase menunggu kebijakan dan langkah konkret dari Menteri Keuangan baru. Respons awal pasar terhadap pelantikan Suahasil Nazara cenderung positif, namun masih bersifat jangka pendek dan belum sepenuhnya menghilangkan ketidakpastian. Oleh karena itu, investor disarankan untuk melakukan akumulasi secara selektif dan menerapkan manajemen risiko yang disiplin dalam menghadapi kondisi pasar yang variatif.

Baca juga:

Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi pergerakan IHSG, pelaku pasar diharapkan untuk terus memantau perkembangan kebijakan fiskal dan faktor eksternal guna mengambil keputusan investasi yang tepat.