**Media Kampung, Jakarta** – Prajogo Pangestu melalui grup CUAN semakin mendekati kontrol atas emiten Hapsoro (SINI) setelah negosiasi dengan pemegang saham pengendali. Jika akuisisi selesai, Grup CUAN wajib menggelar mandatory tender offer sesuai POJK No.9/POJK.04/2018 dengan harga mengacu rata‑rata tertinggi perdagangan 90 hari terakhir.
Direktur Utama PT Singaraja Putra Tbk (SINI), Amir Antolis, menyatakan bahwa proses masih dalam tahap pembicaraan dan perusahaan akan terus memantau perkembangan serta mengungkapkan fakta material bila diperlukan. Pada saat yang sama, SINI meluncurkan rights issue senilai maksimal Rp 3,60 triliun, menambah 721,5 juta saham baru pada harga Rp 5.000 per saham, dengan partisipasi utama dari Petrosea Tbk sebagai standby buyer.
Sementara itu, Public Expose Live 2026 yang digelar Bursa Efek Indonesia menyoroti perubahan strategi emiten secara luas. Perusahaan seperti Gudang Garam Tbk menekankan peningkatan margin dan efisiensi biaya meski pendapatan turun, serta menunda investasi modal besar. Tren serupa terlihat pada berbagai sektor, di mana pertumbuhan diukur lewat profitabilitas, produktivitas modal, dan pengembalian investasi, bukan sekadar volume penjualan.
Berikut rangkuman utama yang muncul dari kedua peristiwa:
- Prajogo berpotensi menjadi pemegang saham pengendali Hapsoro, memicu proses MTO.
- Rights issue SINI membuka peluang bagi investor institusional, termasuk Petrosea.
- Emitennya kini lebih selektif, fokus pada margin, efisiensi, dan ekspansi terukur.
- Investor diharapkan menilai nilai wajar berdasarkan harga MTO dan kinerja profitabilitas.
Dengan dinamika tersebut, pasar modal Indonesia diperkirakan akan mengalami pergeseran pola kepemilikan dan penilaian nilai perusahaan, menuntut transparansi dan komunikasi yang lebih intens antara manajemen dan pemegang saham.







Tinggalkan Balasan