Media Kampung, Semarang – Pelaku pembunuhan Mozza Axillia mengakui bahwa rasa cemburu memicu tindakan kekerasan, sementara Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan proses hukum berjalan tuntas.
Kasus Mozza kembali menjadi sorotan publik setelah pengakuan saksi utama, Kompol Ni Made Sriniti, mengungkapkan detail kejadian pada 25 Juni 2025 di kamar kos pelaku, serta upaya pelaku mencari lokasi pembuangan jenazah di Jangli, Semarang.
Perpetrator menjelaskan bahwa ia menemukan percakapan korban dengan pria lain di ponsel, yang memicu cekcok. Menurutnya, korban memukulnya terlebih dahulu, kemudian ia membekap korban hingga lemas. Setelah korban tidak sadarkan diri, pelaku pergi dua kali: pertama membeli makanan, kedua “menyurvei” tempat pembuangan. Ia kemudian menempatkan tubuh korban dalam kardus, mengikatnya, dan menaruhnya dalam karung sebelum dibawa dengan motor ke lokasi yang telah dipilih sebelumnya dan dibuang pada malam maghrib.
Polisi mengonfirmasi bahwa jenazah ditemukan dalam kondisi terbungkus kardus di tepi jalan tol Jangli. Penyelidikan menunjukkan adanya jejak tali rafia dan bukti lain yang menguatkan keterangan pelaku.
Gubernur Ahmad Luthfi mengunjungi rumah almarhum Mozza di Bergas, Kabupaten Semarang, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, dan menegaskan akan berkoordinasi langsung dengan kepolisian. “Kami akan memastikan proses hukum berjalan cepat dan tuntas, serta menjadikan kasus ini pelajaran bagi semua pihak,” ujar Luthfi.
Pihak kepolisian terus mengumpulkan bukti dan menyiapkan berkas perkara untuk proses peradilan. Sementara itu, keluarga korban berharap keadilan dapat segera ditegakkan dan mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap dinamika hubungan digital yang dapat berujung pada tragedi.














Tinggalkan Balasan