Media Kampung, Subang – Pabrik perakitan mobil listrik BYD di Subang Smartpolitan Industrial Park, Kabupaten Subang, Jawa Barat, resmi diresmikan pada awal September 2026. Dengan investasi sebesar Rp11,6 triliun, fasilitas ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.

Fasilitas Produksi dan Kapasitas

Pabrik yang dikelola oleh PT BYD Auto Indonesia ini berdiri di atas lahan seluas 126 hektar. Fasilitas manufaktur ini mencakup proses stamping, welding, painting, dan assembly kendaraan. Kapasitas produksi pabrik mencapai 150 ribu unit per tahun, yang akan memenuhi permintaan pasar mobil listrik domestik maupun ekspor.

Baca juga:

Selain itu, pabrik ini melibatkan sekitar 5.000 tenaga kerja lokal, dengan potensi peningkatan hingga lebih dari 20 ribu pekerja saat beroperasi penuh. Hal ini diharapkan memberikan dampak positif signifikan terhadap perekonomian dan kesempatan kerja di wilayah Subang dan sekitarnya.

Komitmen Investasi dan Dukungan Pemerintah

Peresmian pabrik BYD ini merupakan bagian dari komitmen investasi perusahaan setelah bergabung dalam program insentif kendaraan listrik yang digagas pemerintah Indonesia. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyatakan bahwa kehadiran pabrik BYD menjadi momen penting mengingat pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang mencapai 5,73 persen secara year on year.

Agus juga menegaskan harapan agar investasi BYD tidak hanya berhenti pada pembangunan pabrik, tetapi juga berkembang ke ekosistem kendaraan listrik yang lebih luas di Indonesia. Ini sejalan dengan tren peningkatan penjualan mobil listrik di dalam negeri yang semakin pesat.

Baca juga:

Produk dan Tingkat Komponen Dalam Negeri

Model pertama yang diproduksi secara lokal adalah BYD M6 DM dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40 persen. Hal ini menunjukkan langkah nyata BYD dalam mendukung penguatan industri komponen otomotif nasional.

Liu Xueliang, Wakil Presiden BYD Co., Ltd., menyampaikan bahwa perusahaan telah bertransformasi fokus pada New Energy Vehicle (kendaraan energi baru) sejak 2022 dan telah menjual 4,6 juta unit kendaraan ramah lingkungan secara global pada tahun 2025. Secara total, BYD telah memproduksi 17,8 juta kendaraan hingga Agustus 2026.

Dampak dan Prospek Industri Mobil Listrik di Indonesia

Dengan kehadiran pabrik ini, Indonesia semakin memperkuat posisinya dalam industri kendaraan listrik di Asia Tenggara. Selain mendukung pengurangan emisi karbon, investasi BYD di Subang juga mempercepat transfer teknologi dan pengembangan sumber daya manusia di sektor otomotif.

Baca juga:

Pengembangan pabrik BYD di Jawa Barat merupakan bagian dari strategi nasional untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik dan mewujudkan ekosistem yang berkelanjutan. Ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan target pemerintah dalam pengembangan transportasi hijau dan pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil.