Media Kampung – Mobil Proton bekas masih menjadi pilihan menarik bagi sejumlah konsumen di Indonesia meskipun merek ini sudah tidak lagi resmi beroperasi di pasar otomotif Tanah Air. Dengan harga yang relatif terjangkau dan fitur yang cukup lengkap, Proton bekas menawarkan nilai lebih bagi pemiliknya. Namun, ada sejumlah hal penting yang perlu diketahui sebelum memutuskan membeli mobil Proton bekas.
Proton merupakan merek asal Malaysia yang pernah populer di Indonesia dengan berbagai model mulai dari MPV hingga sedan kompak dan hatchback. Menurut pengalaman mekanik di Bengkel Proton Centre Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Kemal, sebagian besar mobil Proton bekas masih dapat diandalkan selama perawatan rutin dilakukan dengan baik. Namun, ada beberapa penyakit umum yang sering ditemukan pada mobil Proton, terutama yang sudah berusia tua.
Kelebihan Mobil Proton Bekas
- Harga Terjangkau: Mobil Proton bekas dijual dengan harga yang lebih rendah dibandingkan mobil lain di kelasnya, contohnya Proton Persona yang kini bisa didapatkan mulai Rp 40 jutaan.
- Ruang Kabin Lega: Model MPV seperti Proton Exora memiliki kapasitas kabin yang luas dan nyaman, cocok untuk keluarga besar.
- Fitur Lengkap: Beberapa model premium seperti Proton Preve dan Suprima S dilengkapi fitur keselamatan lengkap seperti tujuh titik airbag, sensor-sensor modern, serta transmisi CVT yang halus.
- Mesin Tangguh dan Irit: Proton Saga dikenal kuat dan irit bahan bakar sehingga banyak digunakan sebagai armada taksi, khususnya di wilayah bandara.
- Biaya Pajak dan Perawatan Ekonomis: Mobil seperti Proton Gen 2 memiliki pajak kendaraan yang murah, serta basis mesin yang umum sehingga mudah perawatan dan ketersediaan suku cadang.
Penyakit Umum Mobil Proton Bekas
Sebagian besar masalah yang sering muncul pada mobil Proton bekas berkaitan dengan sistem kelistrikan, terutama perkabelan yang rentan mengalami kerusakan seiring usia kendaraan. Kerusakan kabel ini berpotensi menyebabkan masalah serius hingga risiko kebakaran jika tidak ditangani dengan baik.
Selain itu, beberapa model memiliki karakteristik khusus yang perlu diperhatikan:
- Proton Savvy: Menggunakan mesin Renault dengan transmisi automated manual yang unik. Sensor transmisi matik sering rusak dan biaya penggantiannya cukup mahal sekitar Rp 22 juta.
- Proton Saga bekas taksi: Kabel sering dimodifikasi atau dioprek sehingga tidak direkomendasikan untuk digunakan sebagai mobil pribadi harian.
- Model lain seperti Exora, Persona, dan Satria Neo: Meski mesin dan kaki-kaki tergolong bandel, masalah kabel tetap menjadi perhatian utama.
Tips Memilih dan Merawat Mobil Proton Bekas
Bagi Anda yang tertarik membeli mobil Proton bekas, beberapa tips berikut dapat membantu menjaga kondisi kendaraan tetap prima:
- Periksa kondisi kelistrikan dan kabel secara menyeluruh untuk menghindari risiko kerusakan lebih lanjut.
- Pilih model yang sesuai dengan kebutuhan, misalnya Exora untuk keluarga besar atau Saga untuk penggunaan harian yang irit.
- Hindari membeli mobil bekas yang sebelumnya digunakan sebagai armada taksi terutama untuk model Saga.
- Rutin melakukan servis di bengkel resmi atau bengkel yang berpengalaman menangani mobil Proton.
- Manfaatkan ketersediaan suku cadang substitusi dari merek lain yang kompatibel untuk mengurangi biaya perawatan.
Meskipun Proton sudah tidak resmi beroperasi di Indonesia, mobil bekas merek ini masih menawarkan berbagai keunggulan bagi konsumen yang mengutamakan harga terjangkau dan fitur memadai. Perhatian khusus terhadap kondisi perkabelan dan perawatan rutin menjadi kunci utama agar mobil Proton bekas tetap nyaman dan andal digunakan sehari-hari.














Tinggalkan Balasan