Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami koreksi ringan dengan pergerakan sideways pada kisaran 6.550-6.650 pada perdagangan Kamis (3/9/2026). Hal ini dipicu oleh tekanan jual di pasar obligasi global yang menjadi sentimen negatif bagi pasar saham Indonesia.

Faktor Tekanan Jual Obligasi Global

Tekanan jual di pasar obligasi global muncul karena kekhawatiran investor terhadap tingginya inflasi yang masih berlanjut, potensi kenaikan suku bunga oleh bank sentral utama seperti The Fed, Bank of Japan, dan European Central Bank, serta tingginya beban utang negara dan korporasi. Kondisi geopolitik yang semakin memanas, khususnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran, turut memicu kenaikan harga minyak dunia yang menambah kekhawatiran inflasi global.

Baca juga:

Pergerakan IHSG dan Analisis Teknikal

Berdasarkan analisis teknikal, IHSG masih bertahan di atas Moving Average (MA) 5 dan histogram MACD menunjukkan area positif, sehingga masih terdapat peluang pergerakan sideways atau penguatan terbatas. Namun, jika IHSG menembus level support di 6.550, indeks berpotensi menguji level psikologis di 6.500.

Dampak pada Pasar Valas dan Rekomendasi Saham

Di pasar spot, rupiah mengalami pelemahan 0,11 persen ke posisi Rp 17.763 per dolar AS, sejalan dengan pelemahan mata uang Asia lainnya. Analis dari MNC Sekuritas memandang koreksi IHSG sebagai bagian dari gelombang teknikal dan masih membuka peluang penguatan dalam jangka pendek dengan target level 6.635-6.666. Beberapa saham yang direkomendasikan untuk diperhatikan antara lain ARCI, BBRI, BRMS, dan BRPT.

Baca juga:

Implikasi bagi Investor

Investor disarankan untuk mencermati tekanan jual obligasi global dan perkembangan geopolitik yang dapat mempengaruhi sentimen pasar. Mode risk-off yang diadopsi oleh investor global mendorong pergeseran aset ke instrumen yang dianggap lebih aman, sehingga volatilitas di pasar saham tetap tinggi. Keputusan investasi harus didasarkan pada analisis menyeluruh dan kondisi pasar terkini.

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Artikel ini bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual produk investasi tertentu.

Baca juga: