Media Kampung, Bandung – Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung terus memperkuat perannya sebagai pintu gerbang utama di Jawa Barat dengan sejumlah perkembangan penting. Salah satunya adalah pembukaan penerbangan langsung dari dan ke Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru yang dioperasikan oleh Super Air Jet mulai 18 September 2026. Selain itu, bandara ini juga menjadi lokasi pendaratan pesawat militer Boeing C-17 Globemaster III milik Angkatan Udara Amerika Serikat, menandai kerja sama strategis dalam latihan militer internasional.
Penerbangan baru rute Bandung-Pekanbaru menggunakan pesawat Airbus A320-200 dengan kapasitas 180 penumpang, beroperasi tiga kali seminggu. Rute ini dijadwalkan berangkat dari Bandung setiap Selasa, Jumat, dan Sabtu, sementara penerbangan dari Pekanbaru ke Bandung tersedia pada Rabu, Sabtu, dan Minggu. General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad, menyatakan bahwa penambahan rute ini meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat antarwilayah, serta memperkuat posisi bandara sebagai simpul penting di Sumatra.
Selain pengembangan penerbangan komersial, Bandara Husein Sastranegara juga menjadi pusat kegiatan logistik militer. Pada 31 Agustus 2026, pesawat angkut militer C-17 Globemaster III milik US Air Force mendarat di bandara ini, yang memicu perhatian warga dan jagat media sosial. Pendaratan tersebut merupakan bagian dari kerja sama internasional dan persiapan latihan militer gabungan yang akan berlangsung di Kabupaten Bandung dengan partisipasi 17 negara, termasuk Amerika Serikat, Australia, Inggris, dan Jepang.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengonfirmasi status Bandara Husein sebagai pangkalan logistik utama Angkatan Udara Indonesia yang mendukung berbagai operasi militer dan latihan internasional. Meski memiliki landasan pacu sepanjang 2.400 meter, bandara ini mampu melayani pendaratan pesawat besar seperti Globemaster III dengan bobot kotor mencapai 265,3 ton.
Dalam upaya memperkuat citra dan daya tarik pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung bekerja sama dengan pihak bandara dan swasta untuk mengembangkan branding khas Bandung di area Bandara Husein Sastranegara. Penerapan ornamen visual seperti tempat duduk dan kabin bertema lokal, serta layar LED panjang yang menampilkan sapaan khas seperti “wilujeng landing” dan “sampurasun”, memberikan pengalaman yang menyambut hangat bagi wisatawan sejak tiba di kota ini. Selain itu, karya seni inklusif dari penyandang disabilitas juga dipamerkan sebagai bagian dari identitas budaya yang diangkat di bandara.
Pengembangan tersebut menunjukkan komitmen Bandung untuk menjadi pusat konektivitas dan pariwisata yang ramah serta strategis di wilayah Jawa Barat, mendukung mobilitas masyarakat, pariwisata, pendidikan, dan kegiatan bisnis antarwilayah.














Tinggalkan Balasan