Media Kampung, SylhetBangladesh resmi membuka Shimanto School of Surveillance and Drone Warfare, sekolah pengawasan perbatasan dan pelatihan teknologi drone pertama di negara tersebut. Berlokasi di markas besar sektor Sylhet milik Border Guard Bangladesh (BGB), sekolah ini bertujuan meningkatkan kemampuan pengawasan di wilayah perbatasan yang sulit dijangkau serta memperkuat penerapan drone dalam operasi keamanan dan bencana.

Acara peresmian yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Salahuddin Ahmed menampilkan demonstrasi penggunaan drone canggih yang dilengkapi dengan teknologi thermal imaging dan night vision. Pelatihan ini akan mempersiapkan personel dalam mengoperasikan drone untuk berbagai fungsi, termasuk pengawasan digital guna menekan aktivitas ilegal seperti penyelundupan, perdagangan narkoba, perdagangan senjata, serta masuknya manusia secara ilegal.

Baca juga:

Inisiatif ini dianggap sebagai tonggak penting dalam sejarah BGB, yang sejalan dengan upaya memperluas program digital di seluruh institusi keamanan di Bangladesh. Penggunaan drone memungkinkan pemantauan dari pos-pos pengawasan, markas, hingga komando regional, terutama di area yang sulit diawasi secara manual.

BGB juga tengah mengembangkan kemampuan untuk merakit dan memproduksi drone sendiri, yang berpotensi membuka jalan bagi industri pertahanan nasional. Selain fungsi keamanan, drone juga dimanfaatkan dalam operasi tanggap bencana untuk kegiatan penyelamatan dan bantuan di kawasan terpencil.

Baca juga:

Menteri Salahuddin Ahmed menambahkan bahwa dalam satu hingga dua tahun ke depan, pihaknya berencana mengakuisisi drone-model canggih dari dunia untuk memperkuat armada pengawasan. Saat ini, program pelatihan difokuskan untuk personel BGB, namun rencana ke depan memungkinkan keterlibatan sipil sesuai kebutuhan.

Pendirian Shimanto School ini merupakan langkah strategis dalam mengadopsi teknologi mutakhir untuk menjaga kedaulatan perbatasan dan meningkatkan respons terhadap ancaman keamanan serta bencana alam di Bangladesh.

Baca juga: