Media Kampung – Milo Yiannopoulos, komentator politik sayap kanan asal Inggris yang dikenal vokal mendukung kebijakan imigrasi ketat di Amerika Serikat, resmi dideportasi dari AS ke Inggris setelah masa berlaku visanya habis dan ia melanggar aturan imigrasi.
Yiannopoulos, berusia 41 tahun, ditangkap oleh petugas Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) di Bandara Internasional Louis Armstrong New Orleans pada 27 Agustus 2026. Penangkapan ini dilakukan sehari sebelum deportasinya ke Inggris, berdasarkan perintah pengeluaran terakhir yang dikeluarkan pada 22 Juli setelah Yiannopoulos tidak hadir dalam sidang imigrasi.
Ia awalnya memasuki AS secara legal pada Mei 2019, namun kemudian tetap tinggal setelah masa izin tinggalnya berakhir, sehingga melanggar hukum imigrasi AS. Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) menyebut Yiannopoulos sebagai “alien ilegal” yang memilih untuk melanggar aturan negara tersebut.
Ironisnya, Yiannopoulos selama ini dikenal sebagai pendukung keras penegakan hukum imigrasi yang agresif. Ia kerap menyerukan penguatan patroli ICE dan deportasi cepat bagi orang-orang yang tidak dapat membuktikan status legal mereka di AS. Ia juga menyarankan agar ICE dapat melakukan pemeriksaan di tempat-tempat umum seperti pintu masuk supermarket.
Yiannopoulos mulai dikenal di AS pada dekade 2010-an sebagai figur kontroversial di kalangan sayap kanan, termasuk sebagai editor senior di Breitbart News dan pendukung kampanye Presiden Donald Trump pada 2016. Namun karirnya sempat menurun setelah munculnya kontroversi terkait pernyataan yang dianggap mendukung hubungan dewasa dengan anak di bawah umur, yang berujung pada pengunduran dirinya dari Breitbart dan larangan menggunakan Twitter selama beberapa waktu.
Selain aktivitas politik, Yiannopoulos juga pernah bekerja sama dengan rapper Ye (sebelumnya Kanye West) dalam kampanye politiknya. Penangkapannya di New Orleans diduga terkait dengan jadwal penampilannya yang berhubungan dengan rapper tersebut.
Peristiwa deportasi ini menjadi sorotan karena kontras antara sikap politik Yiannopoulos yang keras terhadap imigrasi ilegal dengan kenyataan bahwa dirinya sendiri melanggar aturan imigrasi AS. Saat ini, Yiannopoulos telah kembali ke Inggris dan belum memberikan komentar terkait kejadian ini.















Tinggalkan Balasan