Media Kampung – Musisi senior Indonesia, James F Sundah, meninggal dunia di New York, Amerika Serikat, pada Kamis, 7 Mei 2026 pukul 11.28 waktu setempat setelah berjuang melawan kanker paru-paru. Kabar duka ini disampaikan langsung oleh istrinya, Priscillia Lia Suntoso, melalui unggahan di media sosial serta pesan resmi keluarga yang diterima awak media.

James F Sundah tutup usia pada umur 70 tahun di Memorial Sloan Kettering Cancer Center, New York, setelah hampir dua tahun menjalani perawatan intensif akibat penyakit yang dideritanya. Dalam pernyataan yang dibagikan, keluarga menuliskan, “Dengan duka cita dan cinta yang mendalam, kami mengumumkan meninggalnya James F. Sundah, suami, ayah, sahabat, dan penulis lagu Indonesia yang tercinta.”

Selama masa perawatan, James selalu didampingi oleh keluarganya, terutama sang istri. Wendi Putranto yang mewakili keluarga menyebutkan, “James berjuang keras tanpa kenal lelah melawan kanker paru-paru yang dideritanya sejak 2024 dengan selalu ditemani oleh sang istri, Lia Sundah-Suntoso, seorang pengacara imigrasi.” Bahkan, satu hari sebelum kepergiannya, James masih sempat menikmati waktu di luar rumah bersama keluarganya, duduk di taman dan menikmati es krim.

James F Sundah dikenal luas sebagai pencipta lagu-lagu legendaris yang menjadi bagian penting dari sejarah musik Indonesia. Karya terkenalnya, “Lilin-Lilin Kecil”, yang ditulis pada usia 21 tahun untuk ajang Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors 1977, tetap abadi dan dikenang lintas generasi. Lagu ini dipopulerkan oleh Chrisye dan telah diaransemen ulang lebih dari 50 penyanyi, bahkan masuk dalam daftar lagu Indonesia terbaik sepanjang masa versi mediakampung.com.

Selain “Lilin-Lilin Kecil”, James juga menciptakan lagu-lagu populer lain seperti “September Ceria”, “Astaga”, “Amburadul”, “Sakukurata”, dan “Ozon”. Ia juga pernah berkolaborasi dengan musisi internasional, salah satunya dalam penciptaan lagu “When You Came Into My Life” yang dibawakan band rock asal Jerman, The Scorpions. Kolaborasi tersebut mempertegas posisi James sebagai komposer yang mampu menembus industri musik dunia.

Sepanjang kariernya, James F Sundah telah bekerja sama dengan sejumlah penyanyi besar Indonesia dan Malaysia, seperti Titiek Puspa, Vina Panduwinata, Ruth Sahanaya, Krisdayanti, serta Sheila Majid. Karya-karya James tidak hanya populer di Indonesia, tetapi juga dikenal di negara tetangga. Lagu “September Ceria” misalnya, menjadi identik dengan Vina Panduwinata, sementara beberapa lagunya dibawakan Sheila Majid di Malaysia.

Selain produktif menciptakan lagu, James juga dikenal sebagai sosok yang memperjuangkan hak-hak musisi dan pencipta lagu di Indonesia. Ia aktif memperhatikan perlindungan hak cipta dan kesejahteraan pekerja seni. Menurut mediakampung.com, James termasuk salah satu figur penting yang vokal membahas perlindungan karya kreatif dan kualitas musik nasional sejak akhir 1970-an.

James F Sundah lahir pada 1 Desember 1955 dan telah bermukim di Amerika Serikat sejak akhir 1990-an bersama keluarganya. Meski tinggal di luar negeri, ia tetap aktif mengikuti perkembangan musik Indonesia dan terus berkarya hingga akhir hayatnya. Salah satu karya terbarunya adalah lagu “Seribu Tahun Cahaya”, yang dirilis pada Oktober 2025 dan dipersembahkan khusus untuk istrinya, dinyanyikan oleh Claudia Emmanuela Santoso.

Kepergian James F Sundah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan musisi, dan penggemar musik Tanah Air. Hingga berita ini ditulis, keluarga masih berada di New York dan belum mengumumkan detail lebih lanjut terkait prosesi pemakaman. Dunia musik Indonesia kehilangan sosok inspiratif yang telah memberi warna dan warisan abadi melalui karya-karyanya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.