Media Kampung – 13 April 2026 | Eks pemain andalan Persija Jakarta dan mantan anggota Timnas Indonesia, Sutan Harhara, dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu, 11 April 2026, menimbulkan duka mendalam di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air.
Kabar kepergian Sutan pertama kali dikonfirmasi oleh manajemen Persija melalui unggahan resmi di akun media sosial klub pada pagi hari yang sama, menyertakan pernyataan belasungkawa resmi.
Menurut informasi yang diterima, Sutan meninggal di rumah sakit di Jakarta; usia serta penyebab pasti belum diumumkan secara resmi oleh keluarga.
Sutan Harhara mengabdi untuk Persija Jakarta selama lebih dari satu dekade, mulai tahun 1995 hingga 2007, dan berperan penting dalam mengantarkan klub meraih tiga gelar Liga Indonesia.
Selama masa aktifnya, ia mencatat lebih dari 250 penampilan untuk Persija, mencetak 45 gol, dan dikenal sebagai gelandang kreatif yang memiliki visi permainan luar biasa.
Di tingkat internasional, Sutan mengenakan seragam Timnas Indonesia sebanyak 18 kali antara 1998 hingga 2004, berpartisipasi dalam kualifikasi Piala Dunia 2002 dan Asian Cup 2004.
Penampilannya pada Piala Asia 2004 melahirkan dua gol penting melawan Thailand, yang membantu Indonesia lolos ke fase grup utama.
Setelah mengakhiri karier bermain, Sutan tetap aktif sebagai pelatih muda di akademi Persija, membimbing generasi baru yang kemudian menorehkan prestasi di level junior.
Pernyataan resmi dari Ketua Persija, Joko Susilo, menyebut Sutan sebagai “pilar moral tim” dan menegaskan klub akan mengadakan penghormatan khusus pada pertandingan berikutnya.
Beberapa mantan rekan satu tim, termasuk Andri Ibo dan Bambang Pamungkas, mengungkapkan rasa kehilangan mendalam melalui media sosial, menyebutnya sebagai sahabat sejati di lapangan.
Pernyataan PSSI yang dikeluarkan pada hari yang sama menegaskan kontribusi Sutan terhadap perkembangan sepak bola Indonesia, serta menyampaikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Penggemar Persija di seluruh Indonesia turut berduka, mengirimkan ribuan pesan duka melalui platform digital, dengan banyak yang menandai hashtag #RIPSutanHarhara.
Keluarga Sutan melalui juru bicara mengucapkan terima kasih atas dukungan publik dan mengharapkan doa untuk proses pemakaman yang akan dilaksanakan secara tertutup pada hari Minggu.
Upacara pemakaman direncanakan di Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta, dengan prosesi yang dihadiri keluarga terdekat, rekan klub, serta perwakilan federasi.
Kehilangan Sutan Harhara menandai akhir sebuah era keemasan Persija Jakarta, di mana klub mendominasi kompetisi domestik pada akhir 1990-an dan awal 2000-an.
Warisan Sutan sebagai pemain berkarakter dan mentor muda diharapkan tetap menginspirasi generasi berikutnya dalam mengembangkan kualitas sepak bola Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan