Media Kampung – KH M Salman Dahlawi, tokoh tarekat Naqsyabandiyah dari Popongan, Klaten, melanjutkan kepemimpinan pesantren setelah wafat Mbah Manshur.
Ia lahir dan dibesarkan di desa Popongan, Klaten, dan sejak kecil telah terbiasa dengan lingkungan pesantren yang dikelola oleh keluarganya.
Salman menempuh pendidikan agama tradisional di pesantren tersebut, kemudian memperdalam ilmu tasawuf Naqsyabandiyah melalui guru-guru senior.
Setelah Mbah Manshur meninggal, Salman yang masih berusia relatif muda langsung ditunjuk sebagai penerus kepemimpinan.
Sebagai pimpinan, ia bertanggung jawab mengawasi kurikulum keagamaan, mengatur kegiatan dakwah, serta melestarikan tradisi tarekat Naqsyabandiyah.
Pesantren Popongan menyelenggarakan pengajian harian, tilawah Al‑Qur’an, serta majelis ilmu yang dihadiri santri dari berbagai daerah.
Di bawah kepemimpinannya, jumlah santri meningkat sekitar 30% dalam tiga tahun terakhir, memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan Islam di Kabupaten Klaten.
Selain pendidikan formal, ia menginisiasi program beasiswa bagi anak-anak kurang mampu dan layanan kesehatan gratis bagi warga sekitar.
Salman memperluas jaringan tarekat Naqsyabandiyah dengan mengundang ulama tamu, mengadakan majelis silaturahmi, serta mempublikasikan buku-buku tasawuf.
“Kami berkomitmen menyalurkan nilai-nilai sufistik yang mengedepankan cinta, toleransi, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar KH M Salman Dahlawi dalam rapat tahunan pesantren.
Tarekat Naqsyabandiyah, yang berasal dari Persia, telah hadir di Indonesia sejak abad ke‑19 dan dikenal dengan pendekatan spiritual yang moderat.
Di Klaten, keberadaan tarekat ini memperkuat harmoni antar‑umat dan menjadi jembatan dialog antar‑agama.
Program dakwah digital yang diprakarsai Salman, termasuk ceramah online dan kanal media sosial, menjangkau ribuan pemirsa muda.
Meskipun demikian, pesantren menghadapi tantangan modernisasi, kebutuhan fasilitas, dan persaingan pendidikan formal.
Salman berupaya menggalang dana melalui wakaf, kerja sama dengan lembaga donor, serta meningkatkan pelatihan guru.
Setiap tahun pesantren menyelenggarakan maulid Nabi dan peringatan hari besar Islam yang dihadiri ribuan jamaah.
Pemerintah Kabupaten Klaten secara rutin mengirim perwakilan untuk meninjau program sosial pesantren.
Pada 2023, KH M Salman Dahlawi menerima penghargaan “Tokoh Pendidikan Islam” dari Majelis Ulama Indonesia Cabang Jawa Tengah.
Berita tentang kegiatannya sering dipublikasikan di portal-portal keagamaan nasional, meningkatkan citra pesantren Popongan.
Pada bulan Maret 2024, Salman mengumumkan rencana pembangunan asrama baru untuk menampung 500 santri tambahan.
Dengan kepemimpinan yang visioner, KH M Salman Dahlawi terus mengembangkan pesantren Popongan sebagai pusat keilmuan, spiritualitas, dan pelayanan masyarakat di Klaten.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan