Media Kampung – Ketegangan di wilayah Lebanon Selatan kembali meningkat akibat serangan intensif yang dilakukan oleh pesawat nirawak dan artileri Israel. Serangan ini terjadi di sejumlah lokasi penting seperti al-Deir, Bukit Ali Al Taher di utara Nabatieh El Faouqa, serta permukiman Mansouri dan Haris.
Dalam beberapa hari terakhir, serangan rudal berpemandu dari pesawat nirawak juga menghantam sebuah bangunan di Jalan Nabih Berri, Kota Nabatieh, menimbulkan kerusakan pada struktur bangunan tersebut. Selain itu, ledakan kuat tercatat di daerah antara permukiman Markaba dan Rab El Thalathine.
Rekaman Serangan dan Data UNIFIL
Pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon, UNIFIL, melaporkan telah mencatat 1.030 lintasan proyektil yang ditembakkan ke wilayah Lebanon Selatan selama periode 21 hingga 27 Agustus 2026, dengan rata-rata 147 proyektil per hari. Meskipun tingkat kekerasan lebih rendah dibandingkan beberapa bulan sebelumnya, situasi masih dianggap rentan dan membebani warga sipil setempat.
Kerusakan yang terjadi tidak hanya pada rumah-rumah penduduk, tetapi juga infrastruktur vital yang menghambat proses pemulihan masyarakat. UNIFIL terus memantau situasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk meredam eskalasi konflik.
Konteks dan Implikasi Konflik
Konflik di wilayah Lebanon Selatan merupakan kelanjutan dari ketegangan panjang antara militer Israel dan kelompok Hizbullah yang dimulai sejak perang 33 hari pada 2006. Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1701 yang diadopsi tahun tersebut bertujuan menghentikan permusuhan dan mengatur kehadiran pasukan Israel di wilayah Lebanon Selatan.
Namun, keberadaan pasukan Israel yang telah menduduki beberapa bagian Lebanon Selatan selama puluhan tahun dan ekspansi wilayah mereka pada 2023 dan 2024 menambah kompleksitas situasi. Serangan terbaru ini menggarisbawahi rapuhnya perdamaian yang masih harus dijaga dengan komitmen kuat dari semua pihak.
Dampak bagi Masyarakat Lokal
Serangan berulang kali telah menimbulkan tekanan berat bagi warga Lebanon Selatan yang berjuang untuk memulihkan kondisi kehidupan mereka. Kerusakan rumah dan fasilitas umum menghambat aktivitas sehari-hari dan merusak stabilitas sosial ekonomi di kawasan tersebut.
UNIFIL menegaskan pentingnya komitmen pihak-pihak terkait terhadap Resolusi 1701 untuk menurunkan ketegangan dan membuka peluang bagi pemulihan dan stabilitas jangka panjang di Lebanon Selatan.















Tinggalkan Balasan