Media Kampung, Surabaya – Sejumlah warga Surabaya mengeluhkan pelayanan petugas di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya yang dinilai kurang ramah dan tidak profesional. Keluhan ini mencuat setelah banyak warga memberikan ulasan dengan rating bintang satu terhadap seorang petugas front office bernama Navi.

Keluhan tersebut bermula dari pengalaman seorang warga yang harus bolak-balik mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) orang tuanya yang sudah lanjut usia. Ia mengaku harus mengantre lama, namun ketika giliran dipanggil, justru ditolak tanpa alasan jelas oleh petugas tersebut. Pengunggah juga menyoroti sikap petugas yang dianggap judes dan kurang sopan, bahkan tanpa memberikan penjelasan dasar penolakan layanan. Warga tersebut menyebutkan bahwa ia diarahkan kembali ke kelurahan Putat Jaya dan disarankan untuk mendaftar lewat sistem KNG mandiri, namun tanpa mendapatkan penjelasan lebih lanjut.

Baca juga:

Dalam unggahan yang viral di media sosial, tampak foto petugas front office yang melayani warga dengan sikap yang dianggap kurang ramah. Banyak warga lain juga ikut memberi ulasan negatif dan menilai pelayanan petugas tersebut tidak memuaskan. Mereka mendesak agar sikap petugas diperbaiki dengan lebih ramah, senyum, dan melayani dengan baik sebagai bentuk pelayanan publik kepada warga Surabaya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dispendukcapil Surabaya, Irvan Wahyudradjad, mengakui telah menerima laporan terkait keluhan tersebut. Pihaknya berjanji akan melakukan evaluasi dan penyelidikan terhadap permasalahan yang terjadi, terutama terkait kronologi penolakan layanan oleh petugas bersangkutan. Irvan menegaskan komitmen Dispendukcapil untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan ramah kepada seluruh warga Surabaya.

Baca juga:

Kasus ini menjadi perhatian penting karena Dispendukcapil merupakan layanan publik yang sangat vital, terutama bagi warga yang membutuhkan dokumen kependudukan seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), dan dokumen lainnya. Pelayanan yang kurang baik dapat menghambat hak warga mendapatkan dokumen resmi yang dibutuhkan untuk berbagai keperluan administratif dan sosial.

Selain itu, di tengah upaya pemerintah memperluas akses layanan administrasi kependudukan dengan metode jemput bola, kejadian seperti ini menjadi tantangan bagi Dispendukcapil untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan sikap petugasnya. Transformasi layanan, termasuk pemanfaatan teknologi dan peningkatan kualitas data, menjadi fokus utama agar pelayanan lebih mudah diakses dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama bagi warga rentan dan lanjut usia.

Baca juga:

Dispendukcapil Surabaya diharapkan dapat menindaklanjuti keluhan ini dengan serius dan melakukan pembinaan kepada petugas agar pelayanan publik di bidang kependudukan dapat berjalan optimal dan sesuai dengan harapan masyarakat.