Media Kampung – Pengadilan Tinggi Madras mengeluarkan pemberitahuan kepada Pemerintah Tamil Nadu, TASMAC, dan Direktur Jenderal Kepolisian terkait gugatan yang menentang keputusan pemerintah untuk menjual alkohol secara online melalui portal pemesanan TASMAC.
Gugatan ini diajukan oleh Advokat K Balu, Presiden Advocates’ Forum for Social Justice, yang menyatakan bahwa Perintah Pemerintah tersebut tidak sah dan bertentangan dengan kepentingan publik. Ia juga menyebut bahwa sistem pembelian online ini melanggar aturan yang berlaku serta keputusan sebelumnya dari Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung.
Pada 6 Agustus 2026, TASMAC meluncurkan portal pemesanan online resmi yang memungkinkan konsumen memesan produk alkohol melalui pengecer resmi TASMAC. Namun, penggugat berargumen bahwa langkah ini bertentangan dengan Pasal 47 Konstitusi yang mewajibkan negara untuk meningkatkan taraf gizi dan kesejahteraan masyarakat serta berupaya melarang minuman beralkohol yang berbahaya bagi kesehatan.
Selain itu, penggugat menyoroti risiko penjualan alkohol secara online yang dapat memudahkan pembelian oleh anak di bawah umur dengan menggunakan profil orang lain, sehingga sulit melakukan penegakan hukum terkait pembatasan usia minimal 21 tahun dan pemasangan papan peringatan di toko.
Aturan penjualan dan distribusi alkohol di Tamil Nadu diatur oleh Tamil Nadu Prohibition Act, 1937 dan Tamil Nadu Liquor Retail Vendors Rules, 2003. Penggugat menegaskan bahwa setiap perubahan sistem harus melalui pembentukan aturan baru atau amandemen legislatif, bukan hanya melalui arahan eksekutif yang dianggap sewenang-wenang dan bertentangan dengan hukum yang berlaku.
Pengadilan Tinggi Madras meminta tanggapan dari pihak terkait dalam waktu empat minggu sejak pemberitahuan dikeluarkan oleh majelis hakim yang diketuai oleh Chief Justice SA Dharmadhikari dan Justice G Arul Murugan.















Tinggalkan Balasan