Media Kampung, Kota Tangerang – Warga Kota Tangerang memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tradisi Ngarak Perahu Maulid yang digelar di depan Masjid Agung Al-Ittihad, Selasa (25/08/2026). Kegiatan ini menampilkan arak-arakan gunungan berisi hasil bumi, makanan ringan, dan miniatur perahu, yang menjadi bagian dari tradisi yang telah berlangsung sejak tahun 1939.
Prosesi ini melibatkan tiga masjid utama di Kota Tangerang, yaitu Masjid Al-Azhom, Masjid Kalipasir, dan Masjid Al-Ittihad. Kirab gunungan bergerak dari beberapa titik dan berakhir di Masjid Agung Al-Ittihad, sebagai bagian penutupan rangkaian Festival Maulid Nusantara yang telah berlangsung selama lima hari sejak 21 Agustus 2026.
Kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai upaya mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan masyarakat dari berbagai wilayah Tangerang. Antusiasme warga sangat tinggi, terutama saat mereka berebut gunungan yang menjadi simbol keberkahan dan kegembiraan dalam tradisi tersebut.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, dalam sambutannya menekankan pentingnya Maulid sebagai momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan perayaan ini sebagai sarana meningkatkan kepedulian sosial, kebersamaan, dan saling menghargai antarwarga.
Tradisi Maulid Tiga Masjid ini telah menjadi bagian dari budaya Kota Tangerang selama puluhan tahun, dengan kolaborasi antara tiga masjid ikonik tersebut menjadi simbol persatuan dan keberagaman dalam merawat nilai-nilai keagamaan dan tradisi lokal.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari jajaran pemerintah kota sebagai wujud komitmen menjaga kelestarian tradisi sekaligus memperkuat kebersamaan antarwarga. Dengan demikian, peringatan Maulid di Kota Tangerang menjadi momentum penting yang tidak hanya memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW tetapi juga menguatkan nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat setempat.












Tinggalkan Balasan