Media Kampung, Samastipur – KSR College di Samastipur tengah menjadi fokus perjuangan mahasiswa dan masyarakat setelah muncul aksi protes menuntut penyelamatan institusi pendidikan tersebut. Legislator dari wilayah Ujiarpur, Alok Kumar Mehta, secara langsung memberikan dukungan kepada para mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di lokasi demonstrasi.
Dalam kunjungannya, Alok Kumar Mehta bertemu dengan para mahasiswa dan aktivis yang tengah melakukan demonstrasi selama empat hari berturut-turut. Ia menyatakan komitmen penuh untuk mendukung perjuangan mereka dan memastikan suara mereka didengar di tingkat pemerintahan. Dukungan dari partai nasional, khususnya partai RJD, juga ditegaskan untuk memperjuangkan kelangsungan KSR College melalui berbagai forum resmi.
Aksi protes yang semakin intensif ini juga melibatkan berbagai elemen masyarakat dan organisasi mahasiswa seperti NSUI. Pada hari ketiga aksi, mahasiswa melakukan pembakaran patung yang melambangkan Ketua Menteri Bihar sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap mengancam keberadaan kampus tersebut. NSUI melalui pimpinan distrik Rajan Kumar Verma dan dukungan nasional dari Chunnu Singh menegaskan bahwa perjuangan ini bukan hanya untuk KSR College, tetapi juga untuk keseluruhan sistem pendidikan di Bihar.
Para demonstran menuduh pemerintah berusaha menghilangkan institusi pendidikan dengan dalih proyek pembangunan seperti pembangunan jalan tol. Mereka menuntut agar pemerintah mendengarkan aspirasi mahasiswa dan mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan kampus yang menjadi harapan ribuan pelajar di daerah tersebut.
Perjuangan ini mendapat dukungan luas dari berbagai tokoh masyarakat dan mantan pejabat, termasuk mantan ketua Komite Kongres Distrik Samastipur, Mohd. Abu Tamim, yang menilai upaya penyelamatan KSR College sebagai perjuangan bersama masyarakat demi masa depan generasi muda. Ia juga mengkritik kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak pada dunia pendidikan dan menegaskan bahwa perjuangan ini akan terus berlanjut baik di jalanan maupun di lembaga legislatif.
Situasi ini mencerminkan kekhawatiran yang mendalam terkait masa depan pendidikan tinggi di daerah tersebut, sekaligus menyoroti pentingnya keterlibatan aktif pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan institusi pendidikan yang vital bagi kemajuan generasi muda.













Tinggalkan Balasan