Media Kampung – Desil sering dianggap sebagai ukuran tunggal kondisi ekonomi keluarga, namun penjelasan dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengoreksi pemahaman ini. Desil sebenarnya menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lain berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi.
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan bahwa desil bukan ukuran absolut kesejahteraan, melainkan gambaran posisi relatif keluarga dalam kelompok masyarakat. Desil membagi keluarga ke dalam sepuluh kelompok, dari desil 1 (paling rendah) hingga desil 10 (paling tinggi).
Apa Itu Desil dan Bagaimana Penentuannya?
Desil dikalkulasi menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang memakai metode Proxy Means Test (PMT). PMT menggabungkan berbagai indikator untuk menentukan posisi desil, antara lain:
- Kondisi perumahan
- Sumber air minum
- Energi memasak
- Kepemilikan aset
- Daya listrik dan konsumsi
- Pendidikan, pekerjaan, kesehatan
- Komposisi keluarga dan kondisi disabilitas
Dengan banyaknya indikator tersebut, satu faktor seperti kepemilikan kendaraan tidak secara otomatis menentukan posisi desil keluarga.
Peran dan Pentingnya Data DTSEN
Per 10 Juli 2026, versi ketiga DTSEN mencatat sekitar 290,13 juta individu dan 95,98 juta keluarga. BPS bersama kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terus memperbarui data ini melalui sensus, survei, administrasi, dan laporan masyarakat untuk menjaga kualitas dan akurasi data.
Warga yang merasa data desilnya tidak sesuai dapat mengajukan pembaruan lewat aplikasi seperti Cek Bansos, SIKS-NG, atau kanal Cek DTSEN. Namun, pembaruan tersebut harus melalui proses verifikasi agar data tetap akurat dan sesuai kondisi faktual.
Pentingnya Memahami Desil dengan Benar
Pemahaman yang tepat mengenai desil sangat penting agar masyarakat tidak keliru dalam menilai kondisi ekonomi keluarga sendiri maupun keluarga lain. Karena desil bersifat relatif, posisi dalam kelompok tertentu tidak berarti pendapatan atau kekayaan keluarga tersebut sama persis dengan anggota desil lain.
Partisipasi aktif masyarakat dalam memverifikasi data sangat membantu pemerintah dalam menjaga kualitas data sosial ekonomi yang menjadi dasar penyaluran bantuan sosial dan kebijakan ekonomi lainnya.
Dengan demikian, desil merupakan alat ukur yang membantu menggambarkan distribusi kesejahteraan secara relatif, bukan sebagai ukuran tunggal kondisi ekonomi keluarga secara absolut.














Tinggalkan Balasan